Menjadi Guru Pendengar

Salah satu metode yang masih banyak dilakukan dalam proses mengajar oleh seorang guru yaitu metode ceramah. Metode ini menuntut guru untuk banyak berbicara dan menjelaskan kepada anak didik. Penyampaian dengan metode ceramah ini efektif untuk meningkatkan kuantitas pengetahuan anak didik.

Namun, satu hal yang menjadi terabaikan dalam proses mengajar dengan metode ini yaitu terkadang guru hanya fokus kepada apa yang hendak disampaikan dan tanpa sadar mengesampingkan siapa yang sedang memperhatikan. Sehingga, momen saat siswa sedang ingin mengutarakan pendapat atau menyampaikan sesuatu menjadi urung terjadi lantaran guru sibuk dan hanya fokus untuk menyampaikan apa yang menjadi tujuannya.

Jika diperhatikan dengan seksama, kadangkala proses bertanya oleh anak didik saat penjelasan kita begitu asyik dilakukan merupakan sebuah sinyal bahwa ia sedang menanggapi apa yang kita sampaikan. Ada reaksi dari aksi yang dilakukan.

Namun sayangnya, tidak setiap kita tanggap dengan maksud mereka dan malah menyetop pertanyaan – pertanyaan yang hendak diajukan. Padahal, setiap kita dilahirkan dengan kebutuhan ingin didengar pikiran dan perasaannya. Jika dalam proses pembelajaran hal ini diabaikan, yakni apa yang menjadi pikiran dan perasaannya tidak didengar dengan baik, maka ada rasa kecewa di hati anak didik.

Menurut Affandi (2013) dalam tulisannya yang berjudul “Guru Berkarakter Pendengar yang Baik (Good Listener)”, menjadi seorang guru harus memperhatikan kesehatan mental anak-anak didiknya. Salah satu cara yang dapat dilakukan guru berkenaan dengan hal tersebut adalah mejadi pendengar yang baik bagi mereka.

Setiap anak didik mempunyai kebutuhan untuk bisa menyampaikan apa yang menjadi pikiran dan perasaannya. Kebutuhan ini harus bisa terpenuhi dengan baik agar mereka mempunyai kesehatan mental yang baik. Apabila pikiran atau perasaannya mereka diperhatikan dan didengarkan, ada kepuasan atau rasa bahagia.

Tia Tsosie Begay, seorang guru asal Arizona, Amerika Serikat mengatakan, “Bagi saya, guru yang baik adalah yang peduli pada muridnya. Saya senang saat mendengar mereka berkata, ‘Miss Begay adalah guru yang selalu memerhatikan saya. Dialah yang akan saya cari saat saya membutuhkan nasihat.” Mau mendengar adalah salah satu bentuk kepedulian yang bisa kita berikan kepada anak didik kita.

Kesabaran dan kepahaman terhadap kondisi anak didik mutlak diperlukan dalam membangun good listener character bagi seorang guru. Menjadi pendengar yang baik, berarti guru menghargai eksistensi anak-anak didiknya. Seorang guru yang demikianlah yang dibutuhkan dan dicintai oleh mereka. Dan, pada saat anak didik merasa senang dan mencintai gurunya, hal itu adalah kebahagiaan yang luar biasa bagi seorang guru.

Oleh : Eka Jana Walianingsih

Share Yuk ...

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Leave a Replay