JANGAN TAKUT BICARA MASA DEPAN

Identitas Buku

Judul               : Jangan Takut Bicara Masa Depan

Penulis            : Yulrachma

Penerbit           : PT Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia – Jakarta

Tahun terbit    : 2022

Bab/sub bab    : 3 bab/31 sub bab

Harga buku     : Rp 66.000

Tebal buku      : 181 halaman

Ikhtisar Buku

Terlahir menjadi seorang perempuan bukanlah sebuah kesalahan. Menjadi seorang perempuan adalah sesuatu yang tidak dapat kita kuasai, bahkan di alam sebelum kita diciptakan di dunia ini, kita tidak bisa meminta untuk terlahir sebagai laki-laki atau perempuan. Namun, ranah yang bisa kita kuasai adalah mau terlahir sebagai perempuan yang biasa atau istimewa? Seorang perempuan istimewa adalah ia yang dapat memahami fitrahnya sebagai perempuan, serta memahami bahwasannya Tuhan Yang Maha Esa tidak akan pernah salah dalam perhitungan-Nya.

Setiap perempuan terlahir cantik berdasarkan versinya. Standar kecantikan tidak harus terikat dengan bagaimana media mendefinisikannya. Sesungguhnya perempuan yang cantik dari dalam atau beauty inside adalah perempuan yang bertakwa kepada Allah dan bisa menjaga dirinya, anak-anaknya, serta harta suaminya. Sedangkan kecantikan luar atau beauty outside adalah perempuan salihah yang mampu menjaga dirinya dengan menutup aurat secara sempurna.

Banyak yang berpendapat bahwa usia 20-an adalah usia mencari jati diri. Usia ini merupakan usia peralihan dari masa remaja kepada masa dewasa. Banyak yang berfikiran bahwa masa ini merupakan masa tersulit. Hal ini terjadi karena pada masa ini kebahagiaan dan kegagalan datang silih berganti begitu cepat. Usia 20-an adalah masa yang sangat menarik untuk dilewati, karena kisahnya bagaikan kepingan puzzle berwarna-warni yang disusun setiap harinya dengan penuh kesabaran. Sampai pada akhirnya suatu hari kita akan berharap bahwa kepingan puzzle itu selesai disusun dengan sempurna. Dalam proses menyusun puzzle itu akan ditemui berbagai macam kesulitan; mulai dari kesulitan mengabstraksi keseluruhan puzzle, kehilangan kepingan puzzle, menemukan kepingan yang sering kali tidak cocok dengan yang diinginkan, atau bisa jadi ketika kepingan puzzle sudah hampir sempurna terbentuk, tiba-tiba hancur tertiup angin atau bahkan terinjak. Sehingga dengan penuh kesabaran kita harus memulai lagi dari awal.

Dalam menyusun puzzle kita diberikan kebabasan untuk menyusun dari sudut yang kita sukai. Kita bisa memulainya dari sudut atas, bawah, kanan, atau kiri. Mau mulai dari mana pun, itu adalah hak masing-masing dari kita yang terpenting adalah kita mampu menyelesaikannya.

Seorang perempuan muslimah haruslah memiliki fisik dan mental yang kuat serta tidak gampang terpengaruh dengan lingkungan yang toxic. Senyaman apa pun kondisi kita hari ini, cobalah sejenak untuk membuka mata dan keluar dari tempat yang membuat kita nyaman dan menjadikan kita tidak berkembang. Berkontribusi bukan lagi tentang menerima, akan tetapi apa yang bisa kita berikan kepada orang lain. Untuk memiliki mental memberi ini, tentu kita harus berani mengubah kebiasaan-kebiasaan kita yang tidak produktif menjadi sesuatu yang lebih produktif.

: Maulida Nirwana Islami, S. Si.

Share Yuk ...

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Leave a Replay

UP

CONTACT

QUICK LINK

APLICATION