THE MAGIC OF THINKING BIG

Identitas Buku

  • Judul               : The Magic of Thinking Big
  • Penulis             : David J. Schwartz, Ph.D.
  • Penerbit           : MIC Publishing
  • Cetakan           : I, Maret 2014
  • Tebal               : xvi 288 halaman
  • ISBN               : 978-602-8482-85-1

Ikhtisar Buku

Almarhum David Joseph Schwartz, Ph. D. (1927-1987) adalah seorang penulis dan pelatih motivasi yang andal di Amerika Serikat. Buku fenomenal ini, The Magic of Thinking Big, diterbitkan pertama kali pada tahun 1959 dan terjual lebih dari empat juta eksemplar di seluruh dunia. Walaupun ini buku classic, tapi beberapa dasar pemikiran buku ini masih relevan sampai sekarang. Buku ini telah membantu banyak orang mengembangkan kepribadian.

Mengapa Anda harus membaca buku in?

Mengapa perlu diadakan diskusi menyeluruh tentang “Dahsyatnya Berpikir Besar”?

Mengapa buku ini harus diterbitkan pula?

Pada halaman-halaman awal buku ini, David menceritakan pengalaman pribadinya yang melatar belakangi penulisan buku ini, sekaligus jawaban dari ketiga pertanyaan di atas.

Beberapa tahun silam, David menyaksikan pertemuan penjualan yang amat mengesankan.  Di sana ada seorang wakil direktur mengemukakan hal penting. Seorang tenaga marketing yang bernama Harry berdiri dengannya di atas panggung. Di depan marketing lainnya dia berkata, “Orang yang di samping saya, ia sukses melakukan penjualan nyaris $60.000 tahun lalu, sedangkan yang lainnya hanya $12.000. Saya ingin kalian merenung, mengapa Harry dapat menjual 5x lebih banyak dari rata-rata marketing lainnya? Apakah Harry lebih pintar dan mempunyai kesehatan yang lebih prima serta mendapat wilayah penjualan yang lebih baik dari kalian semua? Tidak! Karena menurut hasil psikotes dan laporan lainnya, hasilnya biasa-biasa saja. Perbedaan Harry dengan kalian semua adalah bahwa dia berpikr 5x lebih besar dari kalian semua. Harry membuktikan bahwa kesuksesan tidak ditentukan oleh besarnya otak manusia namun besarnya cara berpikir manusia tersebut”.

Melalui buku ini, David J. Schwartz mencoba mengulas kehebatan, bahkan keajaiban  seseorang yang berpikir besar. Ini penting, mengingat tak semua orang memiliki pikiran-pikiran besar dalam hidupnya. Kebanyakan orang tidak punya cukup keberanian untuk berpikir besar. Ini karena orang tidak punya keyakinan terhadap dirinya sendiri; apakah ia mampu mewujudkannya atau tidak nantinya. Kekecewaan dan kesedihan yang membayangi ketika impian tak tercapai, telah membuat orang tak punya keyakinan akan dirinya sendiri. Tak heran jika ada ungkapan “jangan terlalu tinggi terbang, jika jatuh akan semakin sakit”.

“Berpikir Besar” itu artinya kita tidak membatasi diri dan terbuka atas segala kemungkinan dalam hidup. Kebiasaan berpikir ini yang membedakan seseorang bisa sukses atau tidak. Anda tidak perlu bakat dari lahir atau menjadi seseorang yang sangat pintar untuk bisa sukses. Tetapi, Anda perlu belajar dan memahami kebiasaan berpikir dan berprilaku yang bisa membantu Anda untuk meraih kesuksesan. Mungkin saja ketika kita mengutarakan mimpi  atau cita-cita yang ingin kita raih, banyak orang yang mencibir dan mereka pikir kita sedang bermimpi di siang bolong, Padahal, untuk meraih hal besar, kita harus berani bermimpi besar.

Saya merangkum tiga point menarik yang ditekankan oleh David dalam buku ini, diantaranya:

  1. Percaya atau yakin pada dirimu sendiri.

Kesuksesanmu ditentukan oleh pikiranmu sendiri. Hambatan terbesar untuk mencapai kesuksesan adalah pikiran kita sendiri. “The man who thinks he can and the man who thinks he can’t are both right”. Jika Anda tidak percaya bahwa Anda mampu meraih sesuatu, maka hal itu akan sulit Anda raih. Marilah biasakan untuk percaya pada kemampuan diri sendiri dan mulailah berkata “SAYA BISA!”. Ketika kita terbiasa mengatakan “SAYA BISA!”, maka otak kita akan berusaha mencari jalan untuk mencapai tujuan tersebut. Tetapi, jika kita mengatakan “TIDAK BISA!” atau “SAYA TIDAK MAMPU!”, maka otak kita akan berhenti mencari solusi.

Musuh terbesar saat kita membangun kepercayaan diri adalah rasa takut. Rasa takut inilah yang menghambat Anda untuk mencapai tujuan yang Anda ingin capai dalam hidup. David memberikan contoh untuk mengalahkan rasa takut, saat Anda takut kehilangan konsumen, maka berilah pelayanan dua kali lebih baik. Jika Anda takut gagal dalam ujian, maka ubahlah waktu yang Anda habiskan untuk cemas menjadi waktu untuk belajar. Jika Anda takut terjadi hal buruk di luar kendali, maka fokuslah pada hal yang bisa Anda lakukan. Ingat, Anda jauh lebih baik daripada setiap pikiran buruk yang Anda berikan pada diri Anda sendiri.

David J. Schwartz mengibaratkan, orang yang memiliki keyakinan kuat sanggup memindah gunung. Sebaliknya orang yang yakin ia tak mampu, akan gagal melakukannya. Keyakinan menggerakkan kekuatan dalam diri untuk membuat tiap keinginan terwujud. Keyakinan untuk sukses menjadi unsur dasar yang dimiliki orang-orang sukses (hal 5).

  • Jangan suka mencari alasan!

Sering terjadi orang mudah hanyut dalam penyakit pikiran yang akan menghambatnya untuk bergerak. Penyakit pikiran yang selalu memunculkan alasan-alasan untuk menunda, menyepelekan, bahkan membatalkan tiap usaha yang sedang ia lakukan.

Dalam buku ini, penyakit pikiran ini dibahasakan dengan “dalih” (excusitis). Penyakit dalih menggerogoti keyakinan, motivasi, dan semangat seseorang dengan tekun. Pada akhirnya, ia akan menjadi parasit yang selalu memunculkan bemacam alasan untuk berpaling dari tantangan yang ada di depan mata. Dan hal ini bukanlah indikasi kesuksesan, karena orang-orang yang sukses tidak gemar berdalih. Mereka justru sibuk mencari solusi bukan pembenaran atas kegagalan mereka.

Ada beberapa wujud penyakit dalih, yaitu; dalih kecerdasan, dalih kesehatan, dalih usia, dan dalih keberuntungan. Contohnya: “Ah saya kan kurang pintar, sepertinya saya tidak bisa menjadi orang sukses”. Janganlah Anda meremehkan diri Anda sendiri. Yang terpenting adalah bukan seberapa pintar Anda, tetapi bagaimana Anda bisa menggunakan semaksimal mungkin apa yang Anda punya sekarang. Contoh lainnya yang sangat umum adalah soal umur, “Saya terlalu tua untuk memulai usaha”, “Harusnya saya memulai ini 10 tahun lalu”. Dari pada sibuk membuat alasan, bagaimana kalau kita coba perspektif baru, “Saya akan mulai sekarang, dan tahun-tahun terbaik saya akan segera datang”. Itu adalah cara berpikir orang sukses.

Selain itu, dapat pula menanam satu keyakinan; “lebih baik bekerja sampai tua daripada menganggur karena tua” (hal 24). Kalimat ini mengisyaratkan pentingnya “menikmati pekerjaan”. Tafsir menikmati berarti menghadapi apa yang ada di depan mata dengan mengoptimalkan kemampuan ada. Tidak memaksakan kehendak (ngoyo), dan tidak terlalu bersantai dengan keadaan yang melenakan.

  •  Pasang target untuk bertumbuh.

Terlalu banyak orang menunggu waktu terbaik untuk melakukan sesuatu. Kenyataannya, tidak akan ada kondisi yang sempurna. Oleh karena itu, Anda harus berhenti menunggu dan mulai melakukan sesuatu.

Target atau tujuan sangatlah penting. Tujuan akan menjadi kompas untuk menentukan Anda akan pergi ke mana tahun depan, lima tahun lagi, atau sepuluh tahun lagi. David juga merekomendasikan untuk membagi tujuan menjadi langkah-langkah kecil. Ini penting, supaya Anda tahu ke mana harus melangkah karena tujuan yang besar merupakan kumpulan keberhasilan dari tujuan yang kecil. Mungkin ketika Anda berpikir besar, ada kalanya Anda mulai pelan-pelan lupa dengan tujuan besar yang Anda buat atau di tengah perjalanan ada hal berat yang terjadi sehingga Anda berpikir untuk mengecilkan tujuan besar Anda. Ketika Anda melakukan hal itu, maka Anda kalah. Tetaplah mencoba berpikir besar, walaupun lingkungan di sekitar Anda tidak mendukung. Jika Anda memang berkeyakinan untuk tumbuh, Anda harus siap mengalami penolakan dari sekitar Anda. Ingat, apabila ada orang yang tidak ingin Anda menjadi versi terbaik dari diri Anda, maka mereka bukanlah orang yang baik untuk Anda.

Kesimpulannya adalah jika Anda percaya Anda bisa sukses, maka Anda akan sukses. Anda lebih baik dari setiap pikiran negatif yang muncul di pikiran Anda. Buatlah tujuan ke mana  Anda ingin berada di masa depan.

Buku ini ibarat mozaik keajaiban-keajaiban pikiran yang disusun dengan tekun oleh penulis dari berbagai segi hidup yang tercecer dan terpisah-pisah. Tidak mengherankan jika empat juta eksemplar telah terjual di pasaran. Namun sayangnya, menurut saya, buku ini memiliki kekurangan dari segi kebahasaan. Tata bahasa yang digunakan cukup berat karena buku ini merupakan hasil terjemahan dari bahasa asing. Sehingga, untuk mencerna isi dari buku ini cukup memerlukan konsentrasi tinggi bahkan harus mengulangi membaca untuk lebih memahami maksud yang ingin diutarakan sang penulis.

Bagi Anda yang ingin mengetahui bagaimana orang sukses bisa menjadi sukses, bagi Anda yang ingin mengetahui bagaimana cara mempertahankan kebahagiaan dalam jangka Panjang, serta bagi Anda yang ingin lebih mengenal dan mempercayai diri sendiri yang merupakan kunci penting dalam meraih kesuksesan, maka buku ini sangat direkomendasikan untuk Anda baca.

Oleh : Vinda Aftarin Fadhillah, S.Pd.

Share Yuk ...

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Leave a Replay