NEGERI DI UJUNG TANDUK

Oleh : Lisa Marita Bahri, A.Md.

Identitas buku

  • Judul                           : Negeri Di Ujung Tanduk
  • Penulis                         : Tere Liye
  • Penerbit                        : PT Gramedia Pustaka Utama
  • Terbit                           : Cetakan Ketiga – Mei 2013
  • Halaman                      : 360 hlm
  • Ukuran                                     : 20cm

Ikhtisar buku

          Buku ini ditulis oleh Tere Liye, buku ini adalah buku fiksi yang menceritakan tentang pria yang bernama Thomas sebagai konsultan politik yang hobi Tinju di atas arena. Dalam buku ini, menceritakan tentang dunia yang sebenarnya, dimana tidak banyak orang tahu tentang apa yang terjadi di dunia politik, hukum, permainan orang yang berkepentingan.

          Mafia Hukum, Fitnah, Strategi yang terbungkus dalam cerita fiksi seperti nyata. Pada Suatu ketika sang wartawan yang bernama Maryam membacakan surat yang di terima thomas dari puteri remaja – klien politik Thomas yang isinya:

          Nasihat papa tentang Om Thomas

          Kata papa, bahkan bila terbakar hangus seluruh keluarga kita, jangan pernah berhenti peduli. Walaupun terfitnah kejam keluarga kita, hingga rasanya sakit menembus relung hati, jangan pernah berhenti berbuat baik.

          Anak-anakku, Jadilah orang-orang yang berdiri gagah di depan, membela kebenaran dan keadilan. Jadilah orang-orang yang berdiri perkasa di depan, membantu orang-orang yang lemah dan dilemahkan. Atau jika tidak berdirilah di belakang orang-orang yang melakukannya, dukung mereka sekuat tenaga.

          Maka seluruh kesedihan akan diangkat dari hati, seluruh beban akan terasa ringan. Karena akan tiba masanya orang-orang terbaik datang, yang bahu-membahu menolong dalam kebaikan. Akan tiba masanya oramg-orang dengan kehormatan hadir, yang memilih jalan suci penuh kemuliaan.

          Percayalah. Dan jangan pernah berhenti percaya, meski tidak ada lagi di depan, belakang, kiri-kananmu yang tetap percaya.

Dalam buku ini terbagi menjadi 33 Eposode, yaitu :

  • Eposide 1 : Tinju Kanan Peruntuh Tembok
  • Episode 2 : Moralitas Dalam Demokrasi
  • Episode 3 : Gelar Master Politik
  • Episode 4 : Kapal Pesiar Baru
  • Episode 5 : Tidak Ada Demokrasi untuk Orang Bodoh
  • Episode 6 : Penyergap 100 Kilogram
  • Episode 7 : Interogasi Lantai 15
  • Episode 8 : 1 Panggilan Telepon
  • Episode 9 : Permintaan Tidak Bisa Ditolak
  • Episode 10 : Kembali ke Jakarta
  • Episode 11 : Siapa Orang Yang Pantas Dibela?
  • Episode 12 : Riset Adalah Segalanya
  • Episode 13 : Mafia Hukum
  • Episode 14 : Bangunan Tua
  • Episode 15 : Kaka Kelas 1 Sekolah
  • Episode 16 : Selalu Ada Pola Di Dunia
  • Episode 17 : Pemandangan Indah Ibu Kota
  • Episode 18 : Aset Berharga
  • Episode 19 : Rendezvous Kawan Lama
  • Episode 20 : Sakit Perut Dan Pesawat Militer
  • Episode 21 : Faksi Konvensi Partai
  • Episode 22 : Pola Awal dan Nama-nama
  • Episode 23 : Panggilan Om
  • Episode 24 : Serangan Balik
  • Episode 25 : Keluarga Yang Menyenangkan
  • Episode 26 : Missing Link
  • Episode 27 : Serangan Mematikan
  • Episode 28 : Batas Waktu 6 Jam
  • Episode 29 : Mengungkit Masa Lalu
  • Episode 30 : New Panamax
  • Episode 31 : 10 Pemburu
  • Episode 32 : Bantuan Terakhir
  • Episode 33 : Epilog

Penulis seperti melakukan riset sebelum menulis buku karena pada saat membaca buku, pembaca merasa ada di dalam cerita tersebut dan terasa nyata seperti apa yang sedang terjadi di dunia ini.

Share Yuk ...

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Leave a Replay

UP

CONTACT

QUICK LINK

APLICATION