MEMBASUH LUKA PENGASUHAN

Identitas buku

  • Judul                           : Membasuh Luka Pengasuhan
  • Penulis                        : Ulum A Saif & Febrianti Almeera
  • Penerbit                       : Strong From Home
  • Tahun terbit                : Cetakan Pertama, Oktober 2019
  • Ketebalan Buku          : 218 halaman
  • Warna Sampul            : Putih

Ikhtisar buku

Buku ini dibuat atas dasar kepedulian. Karena topik tentang “Luka batin akibat kekeliruan pengasuhan (yang kebanyakan tidak disengaja)” ini dirasakan oleh begitu banyak orang. Luka pengasuhan adalah luka di sisi rasa (bias juga luka fisik yang berdampank pada rasa) yang diterima anak dari orang tuanya.

Dalam buku ini banyak cerita tentang salah pengasuhan masa kecil dan dalam berkeluarga, dari salah pengasuhan menimbulkan luka. Luka pengasuhan adalah utang yang perlu dibayar meskipun dengan cara berangsur, bila luka itu terus dibawa hingga kejenjang pernikahan, maka pihak yang akan membebaskan dari “jeratan utang” masa lalu adalah pasangannya.

Mengapa perlu membasuh luka pengasuhan?, karena akan berpengaruh pada kondisi kesehatan kita, dari sudut pandang emosi maka akan muncul respon eror yaitu respon tidak sebanding dengan stimulusnya, bahkan cenderung berlebihan dan tidak terkendali. Selain itu respon eror ini akan semakin kuat setelah menikah, kenapa demikian sebab dulu luka tersebut datang dari keluarga maka setelah berkeluarga kenangan tidak menyenangkan tentang keluarga jadi jauh lebih mudah teringat karena situasinya yang mirip-mirip bisa jadi stimulus.

  Salah pengasuhan yang belum disembuhkan akan merusak hubungan, yaitu hubungan orang tua (merasa diri korban), hubungan dengan anak-anak (melukai perasaan mereka), dan dengan diri sendiri (sakit karena emosi). Dari sudut pandang qurani, dalam kehidupan kita diajak mencintai dan mengkaji Al Quran, karena di Al Quran juga ada bahasan soal jiwa dan keluarga, dalam Al Quran menyebutkan fungsi-fungsi qalbu adalah memahami perasaan dengan Fuad. Dan kedua fungsi qalbu adalah memahami pikiran dengan aql. Jadi akal itu adalah salah satu fungsi dari qalbu.

Dalam buku ini juga menjelaskan tentang cara bagaimana cara membasuh luka pengasuhan, yang mana di dalam buku ini ada dua pendekatan dalam membasuh luka pengasuhan, yaitu:

1.      Emotional healing, menyasar ke otak (depth theraphy)

Pendekatan ini dianalogikan seperti membersihkan bak kamar mandi yang kotor dengan cara membuka tutup bak bagian bawah. Airnya dialirkan sampai habis, lalu dinding-dinding baknya disikat sampai bersih, baru diisi air kembali.

2.      Tazkiyatun nafs (pembersihan jiwa), menyasar ke hati.

Pendekatan ini dianalogikan serupa wadah yang di atasnya kejatuhan najis (kotoran cicak misalnya). Untuk membersihkannya, harus dialirkan air terus-menerus sampai luber sehingga najis itu hilang.

untuk lebih lengkapnya, silakan baca buku “Membasuh luka Pengasuhan” agar pemahaman semakin menyeluruh.

Oleh : Harlia, S.Pd.I.

Share Yuk ...

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Leave a Replay