ATOMIC HABITS

Identitas Buku

Judul               : Atomic Habits

Penulis            : James Clear

Penerbit           : PT. Gramedia Pustaka Utama

Cetakan/Tahun Terbit : IX/2020

Jumlah Bab     : 6

Harga Buku     : Rp 108.000

Tebal Buku     : 304 halaman

Buku karya James Clear ini mengulas tentang bagaimana cara membuat perbaikan kecil setiap harinya untuk menjadi lebih baik ke depannya. Dilihat dari judulnya, buku ini tentu saja termasuk ke dalam buku self improvement atau pengembangan diri. James Clear sendiri merupakan pakar kebiasaan yang tulisannya telah banyak dimuat pada The New York Times, Time memiliki platform online yang telah membantu 10.000 pemimpin, manajer, pelatih bahkan tenaga pendidik yang berminat membangun kebiasaan lebih baik dalam hidup dan dunia kerja.

Dalam setiap bab di buku ini, selalu diawali dengan kisah menarik pengalaman-pengalaman seseorang. Seperti pada Bab pertama: Mengapa Perubahan Sangat Kecil Menghasilkan Perbedaan Besar.

Pada Bab pertama ini, Clear mengangkat kisah dari seorang bernama Dave Braislford. Diceritakan bahwa ada Tim British Cycling yang merupakan badan pengelola nasional utama untuk olahraga sepeda di Inggris Raya. Induk organisasi cabang olahraga sepeda profesional ini, telah mengalami hampir 100 tahun dalam prestasi yang tidak terlalu unggul dan tidak juga di bawah, yakni sedang-sedang saja. Prestasi ini semakin memburuk ketika ada event Tour de France, yakni ajang balap sepeda paling bergengsi di dunia. Tim British tidak pernah memenangkan dalam perlombaan tersebut, terhitung dalam kurun waktu 110 tahun. Ini menyebabkan para penjual sepeda di Inggris enggan untuk menjual produk sepedanya karena khawatir berpengaruh buruk pada penjualan.

             Hingga pada akhirnya Dave hadir dan direkrut menjadi direktur performa untuk Tim British Cycling. Melihat kondisi dari timnya, Dave memiliki pandangan berbeda dengan pelatih-pelatih lainnya. Ia memiliki komitmen tinggi terhadap strategi yang ia sebut “perhimpunan perolehan kecil”. Dave membuat penyesuaian-penyesuaian kecil yang diharapkan dari tim ini. Mulai dengan merancang ulang jok sepeda, menyarankan para atlet untuk mengenakan celana khusus hingga memanggil seorang dokter untuk megajari tiap pembalap cara terbaik mencuci tangan agar meminimalisasi virus influenza. Hal ini tentu di luar perkiraan. Hingga pada akhirnya, Dave berhasil mengubah tim biasa saja menjadi tim yang menjadi juara Tour de France sebanyak lima kali dalam waktu enam tahun berturut-turut.

Apa yang membuat buku ini ini menarik?

Buku ini membuka pikiran saya bahwa, ketika ingin mengubah hidup tidak harus melakukan hal-hal yang besar. Ternyata pakar kebiasaan kelas dunia James Clear menemukan solusi lain. Cukup dengan melakukan kebiasaan kecil (1%) secara continue dan jika diakumulasikan, hasilnya datang lebih cepat dari yang pernah dibayangkan. Dilihat dari sudut pandang Islam sendiri, ini sesuai dengan hadist yang pernah saya dengar tentang orang beruntung, rugi dan celaka : “barang siapa yang harinya sekarang lebih baik dari hari kemarin maka ia termasuk orang yang beruntung. Barang siapa yang harinya sama dengan hari kemarin adalah temasuk orang yang merugi dan barang siapa yang harinya lebih buruk dari hari kemarin maka ialah orang yang celaka.

Di bab-bab selanjutnya juga dijelaskan cara terbaik untuk membuat kebiasaan yakni dengan membuat petunjuk yang menonjol, yaitu dengan menyebar pemicu-pemicu di hampir semua tempat agar kita dapat melihatnya. Jika hal ini sudah diterapkan, maka besar kemungkinan untuk melakukan perilaku tersebut. Kemudian menjadikan kebiasaan itu menarik. Kebiasaan akan lebih menarik jika disandingkan dengan hal yang disukai. Tujuanya adalah belajar agar kebiasaan-kebiasaan kita tidak dapat ditolak.      

Selain itu, ada aturan lain dalam perubahan kebiasaan menurut Clear, yaitu menjadikan kebiasaan itu mudah dan memuaskan. Saya pribadi sebelumnya cenderung untuk membuat perencanaan dan ide-ide terbaik untuk mencapai sesuatu. Tapi, terkadang belum sampai terealisasikan. Banyak rencana, minim aksi. Kasus seperti ini dijelaskan Clear bahwa dalam melakukan respon ada dua hal yakni: inmotion, yaitu segala ide, rencana, dan menyusun strategi sedangkan motion adalah aksi. Bukan berarti inmotion itu tidak baik, melainkan jika terlalu lama dalam berada pada inmotion maka tidak akan segera membuahkan hasil.

Hal yang saya sukai dari buku ini adalah Clear memberikan rangkuman pada setiap babnya, disediakan grafik pendukung dari setiap pembahasan. Namun, ada sedikit kekurangan pada buku ini. Menurut saya, ada beberapa kesalahan ketik pada kata. Mungkin hal ini tidak begitu masalah, tapi sedikit mengganggu bagi saya dan beberapa yang membuat saya perlu berulang kali untuk memahami setiap pesan yang dimaksud. 

Saya merekomendasikan buku ini bagi pembaca yang ingin memulai gaya hidup baru. Tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri tapi juga memberi gambaran tentang apa yang perlu dilakukan untuk mengubah lingkungan menjadi lebih baik ke depannya.

Oleh: Virgia Fadillah, S.I.Kom.

Share Yuk ...

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Leave a Replay