MUSLIMAH PRODUKTIF

Identitas Buku

  • Judul                           : Muslimah Produktif
  • Penulis                        : Ary Mita C
  • Penerbit                       : PT Elex Media Komputindo
  • Cetakan/Tahun terbit  : 2/2019
  • Jumlah Bab                 : VII bab
  • Harga Buku                 : Rp. 79.800
  • Tebal Buku                 : 314 halaman

Ikhtisar Buku

            Buku ini adalah buku yang dipersembahkan oleh penulis yang memiliki tujuan hidup bukan hanya untuk memperbaiki diri sendiri, tidak sekadar menyalehahkan diri, tapi juga bercita-cita untuk menebar cahaya kebaikan dan kesalehan bagi sebanyak mungkin saudari seiman. Buku ini merupakan hasil dari rombakan buku pertama yang berjudul “Ya Allah Bimbing Hamba Menjadi Wanita Saleha”. Ada beberapa bab yang direvisi ada pula tambahan bab baru untuk melengkapi bab yang sudah ada. 

            Dalam buku “Muslimah Produktif” orang yang mampu hidup dengan produktif, ia akan memiliki hidup yang berkualitas. Hal ini dikarenakan setiap satuan waktu di dalam usianya mampu ia isi dengan beragam kerja, berjuta karya, yang semuanya bermuara pada tujuan final yaitu ibadah.

            Mohammad Faris pernah mengungkapkan bahwa ada tiga unsur di dalam produktivitas, yaitu : fokus, waktu, dan energi. Ketiga unsur itu harus berjalan seiring untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Artinya, meskipun kita memiliki fokus dan titik konsentrasi yang tinggi, waktu yang cukup, serta energi dan semangat yang luar biasa, jika tujuan yang ingin kita gapai adalah sesuatu yang sia-sia atau bahkan sesuatu yang ilegal, maka itu tidak bisa disebut sebagai produktivitas.

            Produktivitas akan lebih sering terganggu karena terlalu banyak persoalan sederhana yang menumpuk, sehingga berubah menjadi keruwetan. Bukankah pakaian itu harusnya simpel sebagai penutup aurat dan agar elok dipandang? Tetapi ia justru menjadi keruwetan karena fashion yang terus diikuti. Bukankah perabotan rumah harusnya memudahkan urusan sehari-hari? Tetapi karena terus terbeli dan membuat sesak rumah akhirnya ia justru menguras energi yang memboroskan biaya. CELF merupakan lembaga yangn fokus pada peningkatan kualitas hidup keluarga. Lembaga ini menemukan sebuah fenomena menarik yang dikenal dengan sebutan trouble in paradise, yakni ketika keluarga terlalu banyak memiliki benda-benda, sehingga ia tak lagi mampu berfungsi normal. Simplify Your Life.

Tidak sedikit muslimah yang usai menyelesaikan pendidikan formalnya, ia lantas menganggap tugas belajarnya usai. Padahal muslimah hendaknya memiliki kecerdasan yang baik. Jangan sampai karena merasa tidak punya impian untuk menjadi wanita karier lantas mengabaikan semangat belajar. Jangan sampai karena menjadi ibu rumah tangga lantas tak punya waktu untuk menuntut ilmu. Karena sungguh, menjadi muslimah sejatinya menuntut kita memiliki peran maksimal dimana pun aktivitas kita. Menjadi muslimah mengharuskan kita memiliki kontribusi yang besar apa pun rutinitas yang kita tekuni. “Jangan sampai peran kemuslimahanmu membuatmu enggan untuk menempuh pendidikan setinggi mungkin. Karena tugasmu besar, tanggung jawabmu hebat, peranmu luar biasa. Tempuhlah pendidikan setinggi mungkin. Bukan demi karier, bukan demi gelar, bukan demi kepuasan pribadi. Tapi demi peran kemuslimahan yang sungguh sangat dibutuhkan oleh keluarga dan masyarakat.

Oleh : Maulida Nirwana Islami, S. Si.

Share Yuk ...

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Leave a Replay