INFERNO

Identitas buku

  • Judul                           : Inferno
  • Penulis                        : Dan Brown
  • Penerbit                       : PT Bentang Pustaka
  • Cerakan/Tahun terbit  : II/2013
  • Terdiri dari                  : 104 Bab
  • Harga Buku                 : Rp. 175.000
  • Tebal Buku                  : 644 halaman

Ikhtisar buku

            Inferno merupakan novel fiksi ilmiah ke 4 series Robert Langdon yang ditulis oleh Dan Brown Setelah “Angels and Demons, The Davinci Code, The Lost Symbol. Nama “Inferno” sendiri diambil dari seri buku kumpulan puisi milik Dante Alighieri yaitu “The Divine Comedy”. Inferno sama seperti artinya yakni neraka, menceritakan bahwa ada seorang Ilmuwan yang terinspirasi oleh kumpulan puisi Dante Alighieri khususnya Inferno tentang perjalanan Dante menuju Neraka.

            Menurut Dante “Tempat tergelap di neraka dicadangkan bagi mereka yang tetap bersikap netral disaat krisis moral”. Menurutnya orang-orang yang semakin hari tidak peduli akan lingkungannya termasuk lingkungan kerohaniannya maka tidak ada tempat yang baik baginya kecuali neraka yang paling bawah. Ilmuwan tersebut kemudian menciptakan virus baru yang mematikan yang mampu melenyapkan sebagian populasi manusia di dunia.

            Untuk menyelamatkan manusia di seluruh dunia, lagi-lagi Robert Langdon harus mengerahkan seluruh kemampuan intelektualnya dan tenaga untuk memecahkan teka-teki dimana virus tersebut disimpan dan akan disebarkan. Sebagai seorang ahli sejarah seni dan simbologi Harvard University, Robert Langdon dihadapkan dengan berbagai simbol-simbol dan kode-kode yang tersirat dalam puisi-puisi gelap Dante. Sementara waktu Langdon menemukan virus tersebut sangat minim dan Langdon dalam keadaan tidak baik karena luka tembak pada kepalanya yang menyebabkannya mengalami amnesia ringan.

            Mampukah Robert Langdon memecahkan teka-teki dalam setiap bait puisi Dante? Mampukah Robert Langdon menemukan virus yang mampu melenyapkan populasi manusia di dunia tepat pada waktunya?

            Pada novel ini kita seakan-akan diajak oleh Dan Brown kembali ke pertengahan abad 16 dimana puisi-puisi Dante Alighieri menjadi virus bagi orang-orang di masa itu untuk lebih dekat dengan Tuhannya. Sama seperti buku-buku series Robert Langdon yang lain, dalam buku ini banyak sekali bangunan-bangun sejarah, benda-benda sejarah yang dikenalkan kepada pembacanya. Hal ini mampu membius para pembaca untuk mengagumi semua karya seni, kesusastraan dan referensi sejarah yang ditulis berdasarkan kenyataannya.

Oleh : Fitri Arissia Padillah, A.Md.

Share Yuk ...

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Leave a Replay