YOUNG SAMURAI ( The Way Of The Warrior)

Identitas buku

  • Judul                           : Young Samurai ( The Way of the Warrior)
  • Penulis                        : Chris Bradford
  • Penerbit                       : Hikmah
  • Cetakan/Tahun terbit  : I/ Maret 2009
  • Terdiri dari                  : 43 bab
  • Harga Buku                 : Rp59.500,00
  • Tebal Buku                  : 474 halaman

Ikhtisar buku

            Buku ini menceritakan tentang seorang bocah Inggris bernama Jack Fletcher yang bermimpi menjadi nakhoda kapal seperti sang ayah, John Fletcher. Namun dalam perjalanan mereka menemukan kepulauan Jepang, kapal mereka diserang oleh sekelompok wako (bajak laut Jepang). Ayahnya serta seluruh awak kapal mati terbunuh pada peristiwa tersebut kecuali Jack. Ayahnya dibunuh didepan matanya oleh seorang ninja bermata hijau, ‘Si Mata Naga’ atau yang lebih dikenal dengan Dokugan Ryu . Jack beruntung, Ia diselamatkan oleh seorang kesatria samurai bernama Masamoto Takeshi. Jack pun tinggal dan dirawat di rumah Hiroko, saudari perempuan Masamoto Takeshi. Di rumah Hiroko ia bersahabat dengan Akiko, putri Hiroko.

           Perjalanan Jack untuk balas dendam dan mencari pembunuh ayahnya pun dimulai. Berkat Aksi keberaniannya menyelamatkan Yamato, putra Masamoto Takeshi, Ia pun diberikan kesempatan untuk berlatih di Niten Ichi Ryu , ‘Sekolah Aliran Utama Dua Surga’ milik Masamoto Takeshi. Di sekolah tersebut Jack diajarkan berkuda, memanah, beladiri tangan kosong, beladiri menggunakan senjata, serta prinsip Bushido yang sejatinya tidak boleh ada dendam dalam diri seorang kesatria. Di sekolah tersebut ia pun mendapatkan teman, juga musuh. Salah seorang murid yang menjadi musuhnya adalah  Kazuki.

           Berlatih di Niten Ichi Ryu membuat Jack tanpa sadar bersumpah untuk membaktikan dirinya pada Jalan Hidup Kesatria. Walaupun begitu ia tidak pernah melupakan Si Mata Naga yang tetap memburunya hanya karena Rutter, buku harian ayahnya peninggalan ayahnya. Ejekan dan hinaan sering ia dapatkan dari Kazuki bersama para kroninya. Perselisihannya dengan Kazuki membuatnya hampir mempertaruhkan persahabatannya dengan Yamato dan Niten Ichi Ryu pada pertandingan Taryu-Jiai (pertandingan dua sekolah yang berbeda untuk memilih sekolah terbaik).  

           Membaca buku ini membuat saya semangat. Banyak pesan kehidupan yang tertuang di dalamnya. Beberapa diantaranya adalah pelajaran tentang usaha itu tidak pernah menghinati hasil, keberanian dalam melakukan sesuatu, integritas, kejujuran, dan keragu-raguan hanya akan membuat hasil yang ingin dicapai tidak maksimal.

           Hal yang saya sukai dari buku ini adalah jalan ceritanya detail, pelan tapi tidak membosankan. Penulis memaparkan ceritanya dengan sangat baik sehingga mudah dipahami walaupun pembacanya tidak pernah berlatih bushido.  Hal yang tidak saya sukai adalah terlalu banyak kata-kata dalam bahasa Jepang, sehingga untuk membacanya membutuhkan waktu lebih lama karena harus mencari artinya terlebih dahulu. Selain itu sketsa yang tertuang pada buku kurang menarik.

Oleh : Siti Hajar, S.Si.

Share Yuk ...

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Leave a Replay