MERAYAKAN KEGAGALAN

Identitas Buku

  • Judul                          : Merayakan Kegagalan
  • Penulis                        : Fitriyani Syahrir
  • Penerbit                     : QultumMedia
  • Cetakan/Tahun terbit : 1/2017
  • Jumlah Bab               : 47 bab
  • Harga Buku               : Rp. 75.000
  • Tebal Buku                : 221 halaman

Ikhtisar Buku

            Buku ini adalah buku motivasi yang ditulis oleh Fitriyani Syahrir dengan bahasanya yang ringan dan mudah untuk difahami oleh pembaca. Dari buku ini, kita diajarkan untuk senantiasa bersyukur dalam kondisi apapun, baik dalam kondisi lapang maupun dalam kondisi sempit. Dalam keaadan bahagia maupun dalam keadaan gagal bahkan kecewa.

            Merayakan kegagalan merupakan suatu jalan dimana kita diajarakan untuk selalu bangkit tidak peduli berapa kali kita terjatuh. Setiap dari kita tentu pernah mengalami gagal dan kecewa. Bahkan ada beberapa yang merasa sudah tidak sanggup untuk menghadapinya. Padahal dalam kondisi seperti ini sebenarnya kita dihadapkan oleh dua pilihan, yaitu memilih untuk bangkit atau memilih untuk tetap menjadi orang yang terpuruk. Kita bisa memilih untuk tetap bersedih atau memilih untuk merayakannya dengan cara bersyukur.

            Ketika kita berhasil merayakan kegagalan dengan cara bersyukur, pada saat itulah kita akan menemukan hati yang ternyata jauh lebih kuat. Kita akan menemukan kebahagiaan yang terus berkobar lebih besar, bahkan kita akan menemukan rasa syukur yang selalu terpancar lebih indah dari yang pernah kita temukan sebelumnya.

            Dalam buku “Merayakan Kegagalan” ini kita diajarkan untuk menjadi manusia yang tidak pernah takut untuk bermimpi. Dalam buku dituliskan bahwa “Mimpi wajib diperjuangkan, meski terjatuh dan berdarah adalah risiko yang tak bisa kau elakkan.” Tak ada satupun jalan dalam menggapai mimpi yang terlepas dari ujian. Tahukah anda bahwa sesungguhnya ujian dan cobaan itulah yang akan membentuk kita menjadi manusia yang sebenarnya. Kita tidak akan pernah bisa mengenal diri sendiri apabila yang kita hadapi hanyalah kesenangan semata.

Proses untuk mengenali jati diri tidak semudah yang dibayangkan. Dimulai dari patahnya harapan yang sudah tinggi kita susun, hingga hancurnya satu per satu anak tangga yang sudah lama kita bangun dengan segenap kekuatan kita. Proses seperti inilah yang akan menemani kita, menyertai langkah kita menuju kepada sebuah pintu. Pintu dimana kita mampu melihat diri kita yang sebenarnya. Pintu untuk mengetahui seberapa kuat kemampuan kita dalam menggapai mimpi-mimpi kita. Karena sesungguhnya mimpi itu hanya dimiliki oleh orang-orang kuat yang berhati baja. Yang tidak akan pernah gentar walau jalan di depan seolah tidak mungkin untuk dilalui. Namun, dia selalu yakin akan hasil terbaik dari tangan Tuhan-Nya yang akan terus menguatkan pijakannya dalam meraih mimpi-mimpinya. Sungguh, Tuhan (Allah) sangat mencintai mereka yang setia pada jalan yang mereka tempuh demi meraih kebaikan.

Buku ini juga mengajarkan kepada kita untuk jangan takut menggapai mimpi. Pada hakikatnya mimpi adalah suatu keharusan untuk kita miliki dalam diri kita. Mengapa demikian? Karena dengan mimpi akan membuat kita lebih bergairah dalam menjalani hidup. Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa rezeki kita telah diatur oleh Allah. Namun, perjuangan untuk memperoleh rezeki ini tetap harus kita usahakan. Sama halnya dengan mimpi. Dengan adanya perjuangan-perjuangan kita dalam menggapai mimpi maka disanalah Allah akan menurunkan kasih sayang-Nya lewat tangan-tangan pilihan-Nya. Mereka adalah orang tua kita dan juga teman-teman seperjuangan kita. Mereka lah yang selalu mendukung kita, menguatkan pundak kita sehingga kita mampu untuk bangkit dan melangkah kembali.

Setelah kita diajarkan unutk menjadi manusia yang tidak takut dalam menggapai mimpi, disini kita juga dianjurkan untuk memantapkan tujuan kita. Menjemput mimpi dengan cara terbaik yang mampu kita lakukan. Jika harus dimulai dari bawah, maka lakukanlah. Jika harus terjatuh terlebih dahulu, maka ikhlaskanlah. Jika berat, maka bersabarlah. Tidak peduli anda akan merangkak ataupun berlari. Sebab, cepat atau lambat hanyalah soal waktu. Tuhan yang akan menilai prosesnya. Jadi, tidak perlu diambil pusing tentang komentar-komentar orang di luar sana yang hanya terpaku dengan hasil yang kita ciptakan.

Perjalanan menggapai mimpi bukanlah tentang kapan mimpi itu akan terwujud, melainkan bagaimana usaha kita dalam menjemput mimpi itu sendiri. Bukan tentang siapa yang lebih dulu sukses, melainkan tentang jalan mana yang dipilih untuk menuju kesuksesan. Nilai-nilai berharga inilah yang jauh lebih penting daripada pencapaian duniawi dengan cara-cara yang tidak disukai-Nya. Jadi, tidak perlu terburu-buru apalagi sampai mengambil jalan pintas yang tidak direstui-Nya.

Buku “Merayakan Kegagalan” mengajak kita menata hati untuk menjalani hidup sehari-hari. Kita mungki pernah kecewa, marah, atau patah hati. Tapi, kita bisa memilih untuk bersabar, bersyukur dan memulai lagi. Bagaimanpun tak hanya kebahagiaan yang harus disyukuri. Kegagalan pun tetap patut untuk dirayakan.

Oleh : Maulida Nirwana Islami, S. Si.

Share Yuk ...

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Leave a Replay