Orang-Orang Biasa

Identitas Buku

  • Judul               : Orang-Orang Biasa
  • Penulis            : Andrea Hirata
  • Penerbit           : PT Bentang Pustaka
  • Tahun terbit    : Cetakan I, Februari 2019
  • Tebal buku      : 300 halaman
  • Harga              : Rp 89.000

Ihktisar Buku

Buku ini merupakan karya ke-11 dari penulis Andrea Hirata. Beliau adalah penulis novel bestseller dengan karya fenomenalnya berjudul Laskar Pelangi yang sudah diterjemahkan dalam 25 bahasa asing. Seperti buku-buku sebelumnya, Andrea Hirata juga mengangkat tema tentang persahabatan, pendidikan, dan kearifan budaya lokal. Yang membedakan adalah pada buku Orang-Orang Biasa ini Andrea Hirata mengangkat genre detektif.

Benarkah manusia-manusia di Orang-Orang Biasa hanya manusia biasa? Di Novel ini kita akan dipertemukan dengan 10 karakter Orang-orang (tidak) biasa yang merupakan 10 penghuni bangku belakang di sekolahnya. Mereka adalah orang-orang yang terjebak dalam lingkaran kebodohan dan kemiskinan di sebuah kota bernama Kota Belantik. Kota Belantik, sebuah kota kecil yang digambarkan jauh dari hiruk pikuk politik dan tidak ada kasus kriminal. Kemudian, di kota ini kita juga akan dipertemukan dengan tokoh inspektur Abdul Rojali, seorang polisi yang bertugas di kota tersebut.

Singkat cerita, persahabatan 10 orang ini berlanjut hingga dewasa. Semakin dewasa mereka, semakin konyol kisah mereka. Kemudian, konflik dalam novel ini bermula dari ada salah satu anak dari 10 orang ini yang berhasil masuk Fakultas Kedokteran di universitas ternama di kota mereka. Namun karena keterbatasan biaya, anak ini terancam tidak bisa melanjutkan kuliahnya. Merasa mendapat secercah harapan untuk keluar dari lingkaran kebodohan, 10 orang ini kemudian dengan sekuat tenaga dan kerjasama yang (tidak) kompak merencanakan suatu rencana untuk merampok sebuah bank untuk membiayai kuliah tersebut. Cara penulis bercerita untuk menggambarkan kekonyolan dari tokoh-tokohnya selalu berhasil membuat saya tersenyum getir.

Hal-hal yang saya sukai dari novel ini adalah novel ini memiliki ide cerita yang menarik, tidak terlalu serius, bahasanya ringan dengan sisipan humor. Kemudian novel ini satire, penuh sindiran terhadap isu-isu sosial di sekitar kita, terutama terhadap sistem pendidikan di negeri ini. Novel ini menyimpan tamparan keras bagi dunia pendidikan di negeri ini.

Novel ini memiliki Plot Twist yang tidak diduga. Plot Twist ini yang akhirnya membuat novel ini menjadikan saya sulit percaya dengan kisah akhirnya. Digambarkan di akhir kisah, 10 orang ini menjadi sangat heroik, seolah-olah kekonyolan mereka di awal-awal cerita menjadi hilang. Namun terlepas dari itu semua, novel ini tetap menarik itu kita baca.

Saya memberikan nilai 8,5/10 untuk novel ini. Untuk teman-teman yang suka dengan genre detektif, tema pendidikan, dan persahabatan, atau ingin mencari novel yang ringan namun tetap ada pesan moral saya rekomendasikan novel ini.

Oleh : Melasia Agustina, S.E.

Share Yuk ...

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Leave a Replay