Balas Keburukan dengan Kebaikan

Ketika kita beinteraksi dengan orang lain, umumnya kita memperlakukan diri ini sebagaimana yang mereka inginkan. Bukan berdasarkan apa yang kita inginkan. Jadi, tidak semua orang yang kita beri  senyum akan membalas kita dengan senyuman. Bisa jadi diantara mereka ada yang marah atau berburuk sangka kepada kita dengan bertanya,”Mengapa kita tertawa?”.

       Tidak semua orang yang kita berikan hadiah akan membalas dengan memberikan hadiah juga. Ada orang yang kita beri hadiah, tetapi ia malah membicarakan keburukanmu di hadapan orang banyak, menuduhmu bodoh dan membuang harta.

       Tidak semua orang yang kita simak perkataannya dengan sesama, atau kita puji, atau kita atur sehalus mungkin dalam berbicara dengannya, akan berlaku sama terhadap kita. Sesungguhnya Allah SWT telah membagi-bagikan akhlaq seperti membagi-bagikan rizki. Metode ketuhanan (al-Manhaj al-Rabbani)-nya adalah : “Dan tidaklah sama kebikan dan kejahatan. Tolaklah (Kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik. Maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah  telah menjadi teman yang sangat setia.” (Q.S. Assajadah : 34)

       Sebagian orang tidak bisa dicarikan jalan keluar dan tidak pula bisa diperbaiki, kecuali menyikapinya apa adanya. Jadi, bersabar menerima atau meninggalkannya.

Pulau Putri, 27 April 2020

Oleh : Ridhawiyatul Lutfiah, Amd. Pi.

Share Yuk ...

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Leave a Replay