Arti Cinta

Cinta adalah kata yang sering kita dengar. Kata itu kerap tertuju pada sepasang “kekasih” yang sedang di mabuk kasmaran. Tetapi, apakah cinta hanya untuk soal asmara? Tentu tidak, karena cinta tak hanya dimiliki oleh pasangan kekasih saja, ada cinta yang lingkupnya sangat luas dan amat diperlukan.

            Seperti cinta anak kepada orang tua, cinta manusia kepada harta, anak-anak, jabatan dan juga berbagai nikmat dunia lainnya. Itu semua adalah ketetapanNya. “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu; wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas,perak,kuda pilihan,binatang-binatang terbaik dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia,dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik (Surga).”(Qs.Ali imron(3): 14).

            Dapat dipahami bahwa Cinta adalah anugerah yang diberikan Allah kepada insan.cinta yang menjadikan hidup terasa nikmat dan berarti, tanpa cinta hidup akan terasa hambar dan hampa. Cinta adalah pengorbanan, ketulusan, kegigihan, kesucian, dan kemurnian hati atas kecenderungan dalam jiwa. Hanya tidak sedikit anugerah cinta yang diberikan Allah disalahgunakan.

            Kondisi itu terjadi jika seseorang berlebihan mencintai dimensi kebendaan dan makhluk  

makhluq-Nya.Ini bukan hal mudah karena akan berakibat pada hadirnya kekecewaan dan kegagalan. Hal ini terjadi karena cinta kepada selain Allah bersifat sementara belaka.

            Cinta yang berdasarkan nafsu akan merusak diri dan menjerumuskan kepada kebencian Allah apabila dia tidak sesuai dengan ridho-Nya, cinta itu akan menjerumuskan kita dalam lembah kemaksiatan. Sebaliknya, kala cinta didasari kesadaran karena dan untuk Allah maka takkan pernah merugi,bahkan mendapatkan keuntungan yang besar.

            Cinta karena ketaatan kepada Allah akan mendatangkan keridhoan dan kebahagiaan yang hakiki. Manusia yang memahami hakikat cinta, tidak akan dengan mudahnya sering mengumbar kata itu. Kecintaannya dibuktikan dengan sikap dan perilakunya yang meninggikan dan mengagungkan kesucian Robb-nya.

            Apabila cinta yang telah kita tuliskan dalam hati, pikiran, dan perbuatan itu sesuai yang diridhoi Allah,maka ketahuilah bahwa itu adalah Ibadah.Cinta itu adalah ibadah,arti cinta inilah yang sesungguhnya. Yakni ibadah hati yang jika mengerjakannya akan menambahkan ketentraman, kenyamanan, dan kemesraan kita kepada Robbul ‘alamin.

            Dari Abu Hamzah Anas bin malik, pembantu Rasulullah SAW, dari Nabi SAW berkata,”Tidaklah seorang dari kalian sempurna imannya, sampai ia mencintai untuk saudaranya sesuatu yang ia cintai untuk dirinya. “Maknanya kita harus peduli dan mengasihi saudara seiman. Saat melihat saudaranya didera kesusahan, ia segera membantu. Saat saudaranya dilanda kedholiman maka ia bersuara dan peduli atasnya. Kala saudaranya diuji dengan sakit, maka ia jenguk, doakan, dan dibantu.

            Cinta yang seperti ini yang akan melahirkan kekuatan,kesatuan hati dan menyingkirkan penyakit hati terhadap saudaranya. Ayo kita letakkan cinta sebagai anugerah yang besar dari Allah SWT pada tempat yang penuh kemuliaan dan jauhkan rasa cinta untuk kenikmatan yang sesaat dan membawa diri kita semakin galau dalam hidup dan jauh dari hidayah Allah SWT.

Oleh : Imaliyah

Share Yuk ...

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Leave a Replay