Tetap Semangat dan Produktif di Saat Pandemi

Adanya sebuah keyakinan bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah karena Allah SWT akan memberikan hikmah di dalamnya. Allah telah berfirman dalam al quran yang artinya : Tidak ada sesuatu yang sia-sia dari penciptaan Allah (QS 3: 191). Allah berkehendak atas segala sesuatu yang terjadi di bumi ataupun di langit, karena Dia adalah maha berkehendak (QS 85:16).

Peristiwa terjadinya covid-19 di daerah Wuhan China di penghujung tahun 2019 dan akhirnya melebar hampir menyentuh seluruh negara di dunia sehingga menjadi wabah pandemik yang dikenal dengan Pandemik Covid-19. Wabah covid-19 telah mengubah dunia secara mendadak. Suasana keramaian yang semula terjadi di seluruh belahan dunia menjadi kesunyian yang merata, aktivitas sekolah dan perkantoran diubah menjadi bekerja dan belajar di rumah. Perusahaan dan industri terpaksa berhenti sesaat, dan beberapa berdampak lahirnya pemutusan hubungan kerja (PHK).

Pertumbuhan ekonomi melambat dan berimbas kepada menurunnya kemampuan ekonomi masyarakat khususnya masyarakat kalangan bawah. Bahkan aktivitas keagamaan yang sakral pun yang semula dilakukan di tempat ibadah dilaksanakan di rumah. Bekerja dari rumah dan belajar dari rumah (work from home and home learning).

Disaat masa-masa sulit seperti sekarang ini, kita juga sedang menjalankan ibadah puasa. Yang mana datangnya ramadhan kali ini terasa berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini pandemi covid-19 menghantui kehidupan manusia. Dimana yang biasanya saat datangnya bulan ramadhan ini disambut dengan penuh suka cita karena di bulan ini Allah akan melipatgandakan pahala, memberi ampunan kepada para hambanya yang menjalankan ibadah puasa sehingga banyak dari mereka yang lebih meningkatkan ibadahnya.             Namun, dengan adanya wabah covid-19 ini menjadi sedikit pembatas bagi mereka dalam mengerjakan ibadah. Seperti halnya dalam mengerjakan salat tarawih yang biasanya bisa dikerjakan secara berjamaah dan i’tikaf di masjid. Dengan adanya himbauan pemerintah untuk tetap berada di rumah tidak bisa dilaksanakan. Dan masih banyak lagi hal-hal yang membuat ramadhan tahun terasa begitu berbeda. Namun, layaknya tiap kejadian, pasti ada pelajaran yang bisa diambil sebagai bahan perbaikan diri.

Di saat seperti ini, kita harus saling menguatkan dan menjadikan ajaran agama sebagai pedoman dan penyemangat. Agama harus menjadi sumber inspirasi dan motivasi menyikapi covid-19. Bukan malah sebaliknya. Sudah tak terhitung lagi ayat dan hadits yang memandu kita untuk tegar menghadapi kehidupan, sabar dari segala cobaan dan harus aktif membantu kesulitan yang lain.

Agama menganjurkan untuk menghadapi ujian dengan kesabaran dan banyak berdoa. Kesabaran di sini tidak bermakna pasif, tetapi menghadapai ujian dengan pikiran positif seraya mengatasinya sesuai kemampuan masing-masing. Sabar itu bukan pasif, tetapi dinamis selalu berfikir dan berbuat agar tetap bangkit. Hal lainnya Islam mengajarkan untuk menjaga daya tahan tubuh (imunitas) tubuh, sebagai salah satu cara melawan virus covid-19.

Menjaga imunitas tubuh tidaklah membutuhkan biaya yang mahal. Menjaga imunitas dapat dilakukan dengan mengkomsumsi makanan yang seimbang, rajin berolahraga, menjaga jarak aman dalam berinteraksi, beristirahat yang cukup, dan selalu berpikiran positif (tidak stres). Selain itu, kita juga supaya selalu tetap bisa produktif dan melakukan hal-hal positif meskipun berada di rumah. Seperti untuk pengembangan diri yaitu mengambil kelas daring atau kelas online, mendengarkan podcast inspiratif, dan membaca buku merupakan aktivitas yang bisa dilakukan.

Dengan melakukannya secara rutin, tubuh dan otak tetap terbiasa beraktivitas meskipun hanya di rumah saja. Selain itu ada banyak aktivitas di rumah yang bisa dilakukan bersama keluarga, mulai dari menonton dan bermain bersama, bercocok tanam, memasak dan makan bersama, hingga sekadar berkumpul untuk berbicara satu sama lain.

Selain itu, sebagai upaya menjaga kesehatan tubuh yakni, berjemur di bawah sinar matahari pagi bersama keluarga juga menjadi aktivitas yang baik dilakukan untuk mendapat asupan vitamin D secara alami. Aktivitas-aktivitas ini dapat mempererat tali kasih sayang dan kekompakkan antar anggota keluarga.

Oleh : Feni Ilma Hidayati, S.Pd.

Share Yuk ...

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Leave a Replay