Saat Kita Diberi Lebih

Saat kita diberi ilmu lebih

Maka mereka yang belum mumpuni tidak serta merta menjadi yang tak mau mengerti

Bisa jadi kita saja yang belum mau memahami

Bagaimana usahanya tiap hari

Bagaimana ia menyisihkan setitik waktunya untuk terus mempelajari

Saat kita diberi kondisi finansial yang berlebih

Maka mereka yang sedang mencari rejeki belum tentu adalah ia yang sedang “Ngoyo Perduitan”

Karena bisa jadi kita saja belum mengalami

Bagaimana kondisi keluarga terdesak himpitan tagihan

Bagaimana segala upaya suami ternyata belum menutupi banyaknya pengeluaran

Bagaimana segala kecukupan ternyata mengharuskan diserahkan untuk orang tua yang masih jauh kondisi dari kemapanan

Saat kita diberi kemudahan dalam mendidik putra putri

Maka mereka yang belum mampu sebaik diri memfasilitasi tidak ujug-ujug adalah ia yang tidak mau membimbing

Bisa jadi kita saja yang terlalu terburu-buru menghakimi

Padahal kita belum tahu saja pengorbanannya

Bagaimana mereka memberikan ikhtiar semaksimal mungkin tenaga yang mereka punya

Bagaimana orang-orang ini menyerahkan waktu terbaik yang mereka bisa dalam segala keterbatasannya

Saat kita diberi banyak kemudahan-kemudahan yang ada

Semudah-mudah memiki momongan tanpa perlu menanti lama

Semudah-mudah melahirkan tanpa perlu banyak luka

Semudah-mudah meng-ASI-hi yang luber tak terkira

Semudah-mudah mencari rejeki tanpa harus mengemis

Dan berbagai kemudahan lainnya yang mungkin orang lain belum punya

Maka biarkan itu menjadi hal-hal yang perlu banyak kita syukuri

Bukan menjadi alasan agar kita saling menghakimi dan berujung memupus empati ke hati nurani.

Oleh: Devi Eka Farah Azizah, S. Pd.

Share Yuk ...

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Leave a Replay