Tahun Baru, Impian Baru

Tahun baru, istilah yang sudah mengakar ke dalam pikiran mayoritas manusia bahwa itu sebuah momen untuk berpesta pora, menghabiskan tenaga bahkan materi untuk pergantian malam.  Inilah yang menjadi budaya di tengah masyarakat, tidak hanya di Indonesia, bahkan seluruh dunia. Bicara tentang ‘tahun baru’, bicara pula tentang waktu, waktu yang sudah dilewati manusia selama 365 hari lamanya.

            Tahun baru sudah di depan mata, banyak orang mengambil cuti liburan, memesan tiket untuk bersukaria, mengekspresikan kebahagiaannya, melepas segala kepenatan yang selama ini dialaminya, bersenang-senang ke wisata baik di dalam maupun luar negeri. Bagi sebagian orang momen ini yang dinanti-nanti untuk merayakannya, dan bagi sebagian lainnya, datangnya ‘tahun baru’ membuat mereka bertanya-tanya, apa yang akan terjadi di tahun yang akan datang? Bagaimana nasib negara ini yang dengan segala kekayaannya begitu sangat melimpah ruahnya?

            Setiap pergantian tahun, selalu diikuti dengan refleksi dan resolusi baru. Melihat apa yang sudah dilakukan selama satu tahun lalu dan apa yang akan diraih selama setahun kedepan. Memasuki tahun baru, sudah saatnya pula memikirkan impian baru. Dengan memikirkan impian baru akan memberikan energi bagi seluruh elemen-elemen tubuh untuk bergerak menjadi produktif dalam tataran dunia baru, menghidupkan hati dengan stimulus baru. Dengan memikirkan impian baru, maka akan berambisi untuk memilikinya, dengan memiliki impian akan memberikan motivasi untuk mewujudkannya.

            Impian adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dengan kehidupan, merupakan nyawa bagi masa depan manusia. Perlunya bermimpi dalam menjalani kehidupan karena kenyataan hari ini adalah mimpi hari kemarin, dan kenyataan hari esok adalah mimpi hari ini.  Memiliki impian akan membuat setiap individu mempunyai tujuan yang jelas, yang pada akhirnya akan membuat semangat dalam menjalani setiap roda kehidupan.

            Banyak orang yang memiliki impian, tapi tidak sedikit pula yang tidak memiliki impian.  Alhasil hampir semua bingung kemana harus melangkah, cepat merasa puas dengan apa yang diraih, kecewa ketika tidak meraih apa yang diharapkannya. Walaupun semua orang berhak punya mimpi yang besar, tapi pastikan paham bahwa segala sesuatu yang bermakna tidak bisa didapatkan secara instan, karena semua butuh  perjuangan dan pengorbanan. Berbeda dengan mereka yang menggapai kesuksesannya dengan tidak instan, artinya, mereka mengalami berbagai macam ujian, kesulitan, keterpurukan dalam setiap proses menuju kesuksesan. Disitulah mereka akan menghargai arti sebuah pengorbanan dan perjuangan. Itu semua berawal dari sebuah mimpi.

            Inti dari ini semua adalah ketika kita berani bermimpi, maka kita harus berani dan sungguh-sungguh dalam mewujudkannya. Ketika kita berambisi ingin sukses, maka harus siap mental menerima kegagalan. Bahagia memang kunci segalanya, maka dari itu bahagia adalah pilihan dalam hidup. Untuk bisa bahagia, tergantung keyakinan, tekad, dan semangat untuk mendapatkannya. Jangan takut bermimpi dan mempunyai impian, karena orang besar lahir dari orang-orang biasa yang berani untuk bermimpi.

Oleh: Okik Hadi Saputro, S.Pd.

Share Yuk ...

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Leave a Replay