Belajar Dari Mencuci Baju

Selamat siang dan selamat istirahat kawan-kawan semoga lelah kerja kita semua menjadi lillah. Aamiin.

            Baiklah kawan-kawan, mari kita belajar mengambil hikmah dari salah satu aktivitas atau rutinitas di dalam kehidupan berumah tangga yaitu mencuci pakaian. Banyak hikmah yang bisa kita ambil dari mencuci pakaian ini. Nah sebelum kita masuk ke mesin cuci … Aduhhh kok masuk sihhh…maksudnya sebelum kita membahas ke cara mencuci. Kita bahas dulu beberapa jenis pakaian.

  1. Jenis-jenis Pakaian

Pakaian sangatlah beragam modelnya apalagi di zaman milenial sekarang ini banyak berbagai macam mode pakaian. Yang tak kalah serunya yaitu jenis pakaian wanita. Iya pakaian wanita ini sangat mendominasi dunia model di seluruh penjuru dunia dengan berbagai macam warna dan modelnya.

Kemudian pakaian wanita ini dibagi menjadi beberapa bagian atau kelas. Untuk ibu-ibu, anak-anak remaja, dan berbagai ukuran sesuai umur dan bahkan masih bayipun sudah punya model baju sendiri. Dan ada lagi yang menunjukkan kelas sosialnya yaitu masyarakat biasa maupun kaum sosialita itu pun dibedakan.

Nah berikutnya, pakaian di pasaran akan diikuti oleh pakaian putra atau anak-anak ABG yang kalau dibanding dengan pakaian wanita masih jauh sih ramenya. Walaupun demikian, pakaian putra ini juga gak kalah seru dan oke kualitas dan harganya. Kemudian disusul oleh pakaian anak-anak usia 5-12 tahun. Baru pakaian orang tua. Nah, teman-teman setelah kita pelajari tentang jenis pakaian, berikutnya adalah

  • Cara Mencucinya

            Teman…cara mencuci adalah salah satu cara untuk merawat pakaian yang sudah kita beli. Merawat baju selain mencuci juga menyetrika dan melipatnya sesuai dengan ukuran dan tempatnya (lemari yang disediakan) mencuci ini butuh kehati-hatian. Sebab, jika tidak paham dan salah cara, maka akan membuat pakaian itu rusak.

            Contoh pakaian yang mudah luntur agar dipisahkan dari pakaian yang tidak mudah luntur. Kemudian dipisahkan dari tingkat kekotoran pakaian tersebut. Hal ini dilakukan agar mudah dan cepat mencucinya. Setelah pencucian pakaian selesai, maka tinggal menjemurnya dengan cara yang benar dan menyetrika serta melipatnya lalu menyimpannya dengan baik.

            Demikian cara mencuci baju. Jika dilakukan dengan benar maka akan mudah dan gembira. Tetapi apa daya ketika kita menghadapi persoalan seperti ini. SEHEBAT-HEBATNYA KITA MENCUCI BAJU PASTI AKAN ADA PAKAIAN YANG KOTOR LAGI. DAN ITU LANGSUNG ADA SAAT ITU JUGA YAITU PAKAIAN YANG KITA PAKAI SAAT MENCUCI.

            Teman-teman yang budiman… jika kita menganggap pakaian kita adalah suatu permasalahan yang ada dalam kehidupan ini. Maka, kuncinya adalah sabar dan tetap bergerak. Karena apa, sehebat apapun kita menghadapi masalah, masalah itu akan datang dan silih berganti seiring berjalannya waktu yang kian menipis.

            Teman-teman yang budiman… kadang-kadang kita menunda mencuci  satu seragam baju kerja hari ini otomatis  besok sudah ada tambahan pakaian yang akan kita cuci. Janganlah menunda untuk menyelesaikan ujian atau pekerjaan atau tugas agar kita siap menghadapi tugas berikutnya dengan mudah dan penuh persiapan.

            Adalagi, kita malas memilah pakaian sesuai dengan tingkat kekotorannya dan warna baju yang mudah luntur. Setelah dimasukkan mesin cuci timbullah masalah baru. Yaitu baju jadi rusak dan bau menyebar ke baju yang dicampurnya.

            Begitulah permasalahan hidup ini. Pilahlah sesuai dengan skala prioritas maka akan mudah bagi kita untuk mengidentifikasi persoalan dan tugas dalam kehidupan ini. Jangan berharap persoalan itu akan selesai begitu saja. Karena persoalan itu adalah bagian dari kehidupan. Jika persoalan itu selesai maka kematian itulah yang akan menyelesaikannya.

            Tidak peduli itu pakaian siapa saja. Jika tugas kita mencuci maka cucilah pakaian itu. Tidak peduli siapa yang ada di lingkungan kita, jika permasalahan itu hadir di hadapan kita maka selesaikanlah dengan bijak dan penuh perhitungan dan persiapan yang kuat.

            Teman-teman yang budiman… perlu diingat jika kita sebagai kepala rumah tangga maupun sebagai ibu di dalam rumah tangga, baju yang harus kita cuci bukan baju sendiri. Baju kotor yang nampak di depan mata kita bukanlah baju kita sendiri tetapi ada baju anak-anak, baju ayah dan ibu, baju pasangan hidup, bahkan bisa jadi itu baju keponakan, atau bisa jadi itu pakaian tetangga yang terkena bencana alam.

            Maka, janganlah menganggap permasalahan di sekitar kita adalah masalah kita sendiri. Jika kita bos maka ada permasalahan tentang karyawan dan pelanggan. Jika kita kepala rumah tangga ada permasalahan anggota keluarga kita yang harus diselesaikan.

            Dan jika kita seorang pemimpin maka baju-baju kotor rakyatlah permasalahan yang harus kita selesaikan juga.

Oleh : Puji Daryanto

Share Yuk ...

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Leave a Replay