Agar Selalu Bangga dan Enjoy Menjadi Ibu

Bunda-bunda, apa kabarnya selesai liburan sekolah anak-anak?

Menurut Bunda, bunda-bunda enjoy ketika anak-anak libur sekolah atau masuk sekolah? Jawab jujur ya, hehehe….

            Ketika libur, ada yang mengeluh beginikah : ”waah…liburnya lama, rempong di rumah, rumah berantakan, anak-anak ramai, harus inilah, itulah dan seterusnya” hehehe…

            Ketika anak-anak sekolah, ada yang beginikah : “Alhamdulillah, anak-anak sudah sekolah lagi, bisa agak nyantai beres-beres di rumah…”

Ada yang pernah merasa seperti ini?

“Ini kerjaan kok ga beres-beres…”

“Tiap hari kok kaya gini terus…”

“Butuh libur, butuh piknik, butuh me-time, butuh rehat sejenaaak saja…”

“Kalo boleh lari pengen lari aja deh rasanya…”

“Seandainya ada tombol PAUSE untuk semua ini”

            Pekerjaan rutinitas seorang Ibu nampak seakan sia-sia dan berulang.

            Begitu terus setiap hari. Tidak ada habisnya.

            Masih ingat kisah Siti Hajar?
            Ibunda Nabi Ismail ‘alayhi salam ini berlari bolak balik dari Shofa ke Marwah sampai 7 kali. Berharap di padang gurun yang gersang itu barangkali ada air untuk bayinya yang sedang haus. Ketemukah airnya? Tidak.

            Tetapi lari-larinya Siti Hajar yang “sia-sia” itu ternyata menjadi sebab ridhoNya Allah sehingga memancarlah air zamzam yang sampai sekarang tak pernah surut justru dari jejakan kaki bayi Ismail.

            Sia-siakah yang dilakukan sang Ibu? Tidak sama sekali ternyata.

Pekerjaan keIBUan: menyusui, memandikan, ganti popok, menyuapi, menyiapkan makan pagi sebelum anak-anak berangkat sekolah, memasak, menyapu, mengepel, mencuci,  buat yang ga ada ART.

            Apalagi yang masih harus lembur pekerjaan kantor buat yang bekerja.
Semua tetek bengek itu seakan terlihat tidak gemerlap, tidak keren, tidak ngeksis. Seakan sia-sia, ngga ada hasil. Tapi yang berlelah-lelah itu, bisa jadi sebab ridho Allah. Bisa jadi yang mengantarkan kita ke Jannah.

            Tidak terlihat mulia di hadapan penduduk bumi tetapi bisa jadi membahana seantero ‘penduduk langit’. Bukankah itu yang lebih penting?

            Bukankah doa ibunda mustajab tanpa penghalang ke Allah?, Maka setiap pekerjaan keIBUan itu bisa jadi dzikrullah & doa. Semoga setiap tetes susu yang mengalir ke bayi ini mengalir pula kesholihan..

            Semoga yang memakai baju-baju yang kucuci ini selalu menjaga kehormatannya. Semoga yang memakan hidangan ini diberiNya kesehatan. Semoga setiap suapan nasi ini menjadikannya anak yang kuat.

Maka…
            Mari bunda-bunda, buat malaikat Raqib sibuk luar biasa mencatat kebaikan-kebaikan yang kita upayakan.. Dan jangan sampai malaikat Atid bahkan membuka bukunya..

Allah sebaik-baiknyanya pemberi balasan.

Wallahu’alam.

Semoga menjadi pengingat, penyemangat.

Oleh  : Latifah Tri Asyanti, S.Pt.

Share Yuk ...

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Leave a Replay