Mengapa Harus Ditunda?

Kisah klise  mengingat masa kecilnya hanya digunakan untuk bermain. Ya, sekadar itu yang kami tahu.

Kita tumbuh dan berproses bagaimana layaknya menjadi manusia. Waktu berjalan dan aktivitas kian meningkat. Dari aktivitas rumah semakin banyak hingga menganggap diri kita sudah siap mengemban suatu amanah pekerjaan lain dan dituntut untuk benar-benar bisa membagi waktu. Bukan hanya membagi waktu untuk mengerjakan saja, tapi menyelesaikannya dengan tuntas dan maksimal.

Wajar ketika kendala dalam beraktivitas banyaaak sekali, salah satunya mood yang terganggu, komitmen yang pudar, lupa akan tujuan, hingga pekerjaan yang semakin menumpuk, dan berakhir dikerjakan selesai- namun tidak maksimal.

Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk itu,

Pertama, temukan kendala kita masing-masing. Jauhi segala gangguan yang bisa menghentikan produktivitas kita, misal : bermain game, streaming online, menonton tv, dll. Bukan tidak boleh, hanya saja kita tahu kapan waktu digunakan untuk mengistirahatkan dengan hiburan dan kapan kita harus serius.

Sekarang kita tahu apa sebenarnya yang membuat kita menunda sebuah pekerjaan?

  • Mengingat waktu yang masih lama
  • Lama mempersiapkan, tapi lupa mengeksekusi.
  • Menumpuk pekerjaan
  • Mengharapkan dilakukan sempurna
  • Idealis, dll.

Mengingat kendala dan alasan mengapa seseorang bisa menunda pekerjaan, Mood yang dikambinghitamkan.

“Sebentar, mau ngerjain ini tapi  nunggu mood dateng….”

Mengapa harus menunggu mood itu datang? Mengembalikan mood memang tidak dapat dilakukan dalam sekejap. Namun, ada kiat diantaranya untuk mengembalikan mood sesuai dengan karakternya. Faktanya sekadar membersihkan dan merapikan rumah saja bisa mengembalikan mood kita lho,

Ingat ketika waktu berjalan kita mungkin bisa menunda, tapi waktu tidak akan.

Ketika bisa kita melakukannya sekarang dengan cepat? Kenapa tidak?

Sayangnya… setelah menyelesaikan suatu hal tersebut, kita terkadang merasa puas, sehingga malas untuk mengerjakan hal selanjutnya. Pekerjaan selesai, datang pekerjaan yang baru. Padahal setelah menyelesaikan suatu hal itu sudah seperti suatu pencapaian tersendiri bukan?

Di dalam Al-Quran, Allah telah memberikan panduan dan pelajaran bagi kita untuk terus melanjutkan pekerjan yang lain setelah menyelesaikan suatu pekerjaan yang sebelumnya telah kita lakukan.

Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain” (Q.S. As Syarh: 7)

Yuk, mulai sekarang jangan lagi menunda, karena bisa saja sesuatu yang lebih baik telah menunggu kita di esok hari. Bismillah.

Oleh : Aji Gunawan

Share Yuk ...

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Leave a Replay