Masuklah ke Dunia Anak

Apakah kita ingat ketika masa kecil? Selalu merasa terheran-heran atas segala sesuatu hal yang baru. Merasa takjub sehingga membuat perasaan kita merasakan kegembiraan yang luar biasa. Seperti ketika melihat kupu-kupu terbang, bintang yang bersinar di langit ketika malam, dan hujan yang turun.

Masa kanak-kanak merupakan masa dimana kita dapat merasakan perasaan yang sangat indah. Bahwa segala sesuatu itu baik, bahwa setiap hari akan selalu ada kegembiraan. Bahwa setiap hari akan ada petualangan, dan bahwa tidak ada yang bisa menghentikan kita untuk bisa merasakan kegembiraan atas keajaiban semua yang ada.

Tetapi, ketika kita tumbuh dewasa, tanggung jawab, masalah dan kesulitan membuat kita tidak bahagia. Kita jadi kecewa dan keajaiban dulu yang kita percaya memudar dan menghilang. Inilah penyebab mengapa sebagai orang dewasa, kita senang untuk berada dekat dengan anak-anak. Karena kita dapat mengalami perasaan masa kecil yang pernah kita miliki.

Lalu bagaimana kita bisa masuk ke dunia mereka? Dunia anak. Ketika kita akan memasuki dunia mereka tentunya yang pertama adalah berikan kasih sayang yang tiada batasnya. Berusaha untuk selalu bersikap adil dengan anak yang lain dan tidak membedakannya.

Kemudian tidak teriak, membentak, berkata kasar apalagi memukulnya bahkan ketika sekiranya mereka melakukan kesalahan walaupun atas dasar untuk mendidik. Dengan begitu, anak-anak akan lebih dekat dengan kita dan merasakan kita sebagai bagian dari dirinya saat tumbuh dewasa nanti. Selalu bersikap terbuka dan mendengar segala curhatan-curhatannya.       Berusaha menjadi teman bahkan sahabat terbaiknya dikala senang maupun sedih. Anak-anak akan merasa aman dalam meniti usia kecil mereka, karena mereka tahu kita akan selalu berada di sisi mereka.

Alokasikan waktu untuk membangun kedekatan dengan anak. Kebersamaan yang lebih sering dengan anak menjadi momen untuk membangun kepercayaan dan memahami sepenuhnya karakter anak. Momen berkualitas bersama anak tercipta dari aktivitas sederhana namun sering. Dengan selalu memulai percakapan dengan anak mengenai aktivitasnya di rumah maupun dengan temannya di sekolah. Bisa juga dengan membacakan cerita atau buku.

Namun, jangan pernah menyamakan antara kedekatan kita dengan anak dengan memanjakan anak. Jangan karena alasan sayang atau terlalu takut anak akan terluka, maka anak tidak dimotivasi untuk selalu mencoba hal baru sekalipun itu hal yang menakutkan baginya. Ketika hal ini selalu dibiarkan maka akan membuat anak tidak dapat memiliki kontrol terhadap keadaan psikologinya.  Sehingga akan berdampak kepada anak yang akan sulit untuk mengambil segala keputusan.

Kita juga bisa masuk ke dunia anak dengan cara memberikan pujian. Di sini mereka merasa diapresiasi atas setiap tindakannya. Pujian sangat dibutuhkan pada masa perkembangan anak namun harus tetap proporsional. Pujian ini dapat menjadi motivasi bagi anak untuk mengulangi lagi melakukan sesuatu yang dianggap positif. Maka pujilah perilaku anak secara spesifik.

Oleh : Ayurada Bhetari, S.Pd.

Share Yuk ...

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Leave a Replay