Malaikat Tak Bersayap

Dia adalah manusia biasa yang diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Bila dipaksakan maka akan patah, maka selayaknya kita mengikuti kemana arahnya. Makhluk yang diidentikkan dengan kelembutan, ia terbiasa menyertakan perasaannya dalam apapun yang dihadapinya, namun percayalah bahwa jauh di dalam lubuk hatinya, ia adalah pribadi yang sangat tegar dan enggan menampakkan kesedihannya begitu saja.

Maka benarlah yang dikatakan bahwa surga berada di bawah kakinya. Bayangkan saja bagaiamana ia berjuang mengandung 9 bulan lamanya, dilanjutkan dengan mendampingi malaikat kecilnya 24 jam hingga besar dan sukses meraih mimpi-mimpinya. Tidak kenal lelah, tak pernah ada keluh kesah yang muncul dari lisannya, begitu ikhlas tanpa pamrih atau imbalan yang bisa menguntungkannya. Maka, ia adalah manusia yang paling berjasa bagi seluruh manusia di dunia.

Memiliki keistimewaan tersendiri, sampai-sampai manusia pilihan-Nya menyebutnya tiga kali ketika ditanya kepada siapa kita harus berbakti. Ia memiliki kasih sayang yang sangat besar kepada buah hatinya. Bahkan sebelum kita ada di dunia, ia adalah orang pertama yang mengharapkan kita ada. Ia juga adalah orang pertama yang rela mati demi kehidupan yang ada di kandungannya. Itulah dia wanita mulia yang disebut ibu.

Belajar tentang kehidupan, pahami arti perjuangan, mengerti seperti apa berkorban, itulah yang dilakukan olehnya. Kala di depan ada makanan yang nikmat, tak mudah tangannya menyentuh lantas melahap karena yang diingat adalah buah hatinya. Kala rupiah demi rupiah dikumpulkan bukan untuk membeli sesuatu yang membuat hatinya bahagia tetapi semua disiapkan untuk anak-anaknya. Kala engkau sakit, ia merasa lebih sakit. Ketika air matamu menitik, air matanya menderas merasakan apa yang engkau rasakan. Tak tega luka mendera kau rasa, tak kuasa melihatmu sedih tak terkira. Itulah ibumu, selayak lilin yang membakar dirinya hingga tak tersisa asalkan mampu menerangi masa depan anak-anaknya.

Cinta itulah yang sanggup membuat ibumu tak kenal Lelah. Cinta itulah yang membuat ibumu tak mudah berkeluh kesah, dengan cinta ibumu rela mengorbankan hidupnya, dengan cinta pula semua derita tak dihiraukannya. Itulah dia malaikat tak bersayap yang dikirim olehNya untuk mendidik dan membimbing kita dengan kasih sayang dan cintanya.

Oleh: Okik Hadi Saputro, S.Pd.

Share Yuk ...

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Leave a Replay