Ruang Tunggu

Tok tok tok,

            Tok tok tok

            Dini hari tadi pintu rumahku diketuk. Tak biasanya pikirku, jarum jam menunjukkan pukul 04.00 WITA. Tak lama, kutahu maksud kedatangan seorang tamu di jam tersebut. Beliau memberi kabar bahwa tetangga yang hanya berjarak 2 rumah dariku telah meninggal dunia malam tadi.    Padahal, kemarin sore dia baru mampir ke rumah membeli sebuah air minum galon. Dan pagi ini sudah kudengar bahwa dia telah meninggal. Kabarnya, beliau meninggal karena sakit asam lambung.

            Kemarin terlihat sehat dan hari ini sudah terbujur kaku di rumah sakit terdekat.   

*****

            Berkaca dari kisah itu, menyadarkanku jika hidup itu tak pasti. Bolehlah kita rencanakan semuanya dengan sedemikan matang tapi tetaplah Allah jua yang memutuskan. Terkadang kita hanya meremehkan hal-hal kecil yang terjadi di sekitar kita.

            Namun, kita lupa bahwa hidup itu akan berakhir kapanpun dan dimanapun. Allah SWT pun sudah berfirman dlm surat Al-Ankabut ayat 57 yang berbunyi “Tiap-tiap yang berjiwa pasti merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan”. Sudah tertulis dengan gamblang bahwasanya kita semua akan merasakan mati. Hanya saja kematian itu adalah sebuah misteri.

            Kematian itu sebuah pemutus segala kenikmatan duniawi. Kapan, dimana bahkan saat bersama siapa kematian akan tetap menjumpai kita. Ibaratnya seperti kita yang sedang menunggu di ruang tunggu.

            Setiap hari kita akan melewati ruang tunggu dan tidak akan tahu berakhir dimana saat bersama siapa hingga dalam keadaan apa nantinya. Setiap pagi kalian akan terbangun di pagi hari bersiap menjemput rezeki dengan berjalan menuju stasiun dan menunggu. Menunggulah kita di ruang tunggu. Entah kereta jurusan apa yang akan membawa kita, bisa jadi kereta kematian atau malah kereta sebaliknya.

            Jika mati saja tak mengenal apapun maka tugas kita adalah beribadah sebaik-baiknya. Kumpulkanlah segala kebaikan yang bisa kita jadikan bekal nantinya. Dunia ibarat ruang tunggu yang akan melenakan atau malah sebaliknya.

Oleh : Nina Nur Azizah, S.Pd.SD.

Share Yuk ...

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Leave a Replay