Buta Keadilan

Semakin terlihat saat pisau lebih tajam ke bawah Ketika uang yang berperan dan membeli segalanya Saat ia mencapai tujuan

Ia akan lupa dengan janji-janji yang pernah terucap Bahkan jabatan mampu membabi butakan segalanya Ibarat mata mendelik tajam di tengah kegelapan

Dengan menutup telinga di tengah jeritan rakyat menuntut keadilan

Namun disaat mereka tersorot oleh mata publik

Mangapa mereka berlaga bagaikan aktor yang professional Dengan skenario tersembunyi dalam bermain peran

Dan bertutur kata tersusun rapi melebihi sang penyair untuk meyakini yang lainnya

Berbicara tentang keadilan

Kami sebagai rakyat kecil tak pernah tahu Mana dari mereka yang mewakili isi hati kita

Sebagai pengemban amanah sebagai perwakilan suara rakyat yang jujur, Biarlah Tuhan yang mengetahuinya,

Karena Tuhan tak pernah tidur

Tuhanlah yang Maha Mengetahui atas apa-apa yang makhluknya Lakukan, Apakah mereka tak pernah berpikir?

Jika doa yang mereka dustakan, ibarat panah yang melesat tepat sasaran.

Janganlah tergiur oleh kehidupan yang fana ini

Karena di kemudian hari kita akan bertemu dengan kehidupan yang sesungguhnya.

Oleh : Winda Fibria Fitriani, S.Pd. SD.


Share Yuk ...

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Leave a Replay