Menjadi Ibu Bahagia, Jangan Menjadi Ibu Gitu-Gitu Aja

Ada sangat banyak jenis ibu. Ada ibu yang menderita, ada ibu yang ‘gitu-gitu aja’, dan ada ibu yang bahagia. Kita ingin Menjadi ibu yang seperti apa? Jika ingin menjadi ibu bahagia, lakukan delapan tips berikut ini.

🌸Cintai Peran Kita Sebagai Ibu

            Apakah menjadi ibu terasa sebagai beban bagi kita? Atau bahkan terasa sebagai hukuman? Jika demikian persepsi kita, pasti tidak akan bahagia menjadi ibu. Kita hanya akan menjadi ibu yang menderita, atau menjadi ibu yang gitu-gitu aja. Cintai peran sebagai ibu, niscaya kita selalu bahagia.

            Untuk mencintai peran sebagai ibu, salah satu caranya kita harus mengerti peran penting seorang ibu dalam kehidupan manusia. Coba bayangkan, bagaimana jadinya jika semua ibu menolak hamil dan melahirkan? Sungguh, ibu adalah pelahir pemimpin peradaban. Semua ulama, semua pemimpin dunia, lahir dari seorang ibu. Tak akan ada kehidupan, tanpa ibu. Kita pasti berbangga menjadi ibu jika mengerti peran penting ini.

🌸Selalu Bersyukur

            Lihatlah dunia ini dengan pikiran positif. Perhatikan sekitar kita, tidak semua perempuan mendapatkan anugerah menjadi seorang ibu. Banyak perempuan bahkan tidak diberi anak yang lahir dari rahimnya. Bersyukurlah bahwa Allah memberikan kepercayaan kepada kita untuk menjadi ibu. Jika kita selalu bersyukur, tentu kita akan bahagia.

            Sebaliknya, jika kita selalu mengeluh dengan kondisi diri, niscaya kita akan menderita. Tidak akan bahagia. Jika kita melihat dari sisi negatif, kita akan menggerutu memiliki peran sebagai ibu yang dianggap penuh kerepotan. Buang pikiran negatif itu, karena hanya akan menjadi beban.

🌸Miliki Prioritas Kehidupan

            Sangat banyak kewajiban yang harus kita lakukan, sementara waktu kita sangat terbatas. Kita pasti memiliki sangat banyak rencana dan keinginan. Maka miliki prioritas, hal apa yang harus kita utamakan. Pandailah mengatur waktu dan sumber daya, agar semua hal bisa terlaksana dengan baik, dimulai dari hal yang prioritas. Tanpa prioritas, akan sangat banyak pemubadziran waktu maupun potensi.

            Ada sangat banyak hal penting harus kita lakukan, untuk diri sendiri, untuk suami, untuk anak, untuk keluarga besar, untuk sahabat, untuk masyarakat, bangsa dan negara. Maka susunlah prioritas kebutuhan, prioritas kegiatan, prioritas keinginan. Semua harus kita berikan bobot nilai agar lebih tepat dalam menyusun prioritas.

🌸Sediakan Waktu dan Biaya untuk Pengembangan Diri

            Ibu harus hebat, smart, hangat, kuat dan bersahabat. Sangat banyak hal perlu kita mengerti, sangat banyak hal perlu kita miliki untuk bekal mendidik anak-anak. Maka kita harus menyediakan waktu untuk pengembangan diri. Belajar, membaca buku, mengikuti kajian keilmuan, seminar, diskusi, dan lain sebagainya. Ini semua adalah aktivitas yang membahagiakan dan mencerdaskan.

            Jika kita selalu bersemangat mengembangkan diri, hal ini akan menjadi motivasi bagi anak-anak kita untuk selalu belajar dan menjadi lebih baik lagi. Jangan menjadi ibu yang malas, tidak bergairah dalam menjalani kehidupan. Karena hal ini akan menjadi contoh buruk bagi anak-anak kita.

🌸Miliki Pola Hidup Sehat

            Hidup harus seimbang, maka biasakan pola hidup sehat secara ruhani maupun jasmani. Secara ruhani, perbanyak belajar dan menghadiri majelis ilmu, basahi ruhaniyah dengan ibadah dan mengunjungi majelis dzikir. Secara jasmani, perhatikan pola hidup sehat seperti makan yang sehat bergizi, cukup istirahat, juga harus menyempatkan diri untuk olahraga secara teratur. Selain itu, hindari berbagai kebiasaan yang merusak kesehatan, seperti merokok, minuman keras, obat terlarang, dan lain sebagainya.

            Pola hidup yang tidak sehat, akan cenderung mendatangkan persoalan kesehatan dan juga persoalan kejiwaan. Sebagai ibu, kita harus memberi contoh pola hidup yang sehat dan seimbang kepada anak-anak kita. Jangan sampai memberikan contoh pola hidup yang salah dan buruk.

🌸Miliki Minat atau Hobi untuk Dikembangkan

            Ada sangat banyak minat, bakat, dan hobi yang bisa ditekuni dan dikembangkan. Menekuni suatu hobi akan sangat mengasyikkan dan membahagiakan. Ini adalah salah satu cara menghilangkan stres dan beban permasalahan. Hidup menjadi segar dan berwarna-warni jika kita memiliki minat atau hobi yang kita tekuni dan kita kembangkan secara produktif.

            Jika kita hobi bertaman anggrek, ini bisa menjadi keasyikan yang menghasilkan produktivitas nyata. Jika kita minat menulis, maka kita bisa mengembangkan menjadi aktivitas yang produktif. Kembangkan minat dan hobi yang produktif, sehingga hidup kita lebih berwarna dan lebih bermakna.

🌸Miliki Komunitas yang Positif

            Milikilah komunitas yang positif, yang akan menjaga nilai-nilai kebaikan diri kita. Seseorang selalu dipengaruhi oleh teman dekatnya, maka sangat penting memilih teman salih salihah. Jangan salah memilih teman pergaulan, karena mereka bisa menyeret ke dalam keburukan. Jika berkomunitas dengan pecinta Quran, kita akan terpengaruh dan terbawa dalam suasana cinta Al Quran. Jika kita berkomunitas dengan tukang maksiat, maka kita pun bisa terpengaruh ikut-ikutan maksiat.

            Maka jangan sampai terlibat dalam komunitas yang membawa kepada keburukan dan kejahatan. Setiap orang akan selalu terpengaruh oleh agama temannya, sebagaimana telah disabdakan oleh Nabi Saw, “al mar’u ma’a dini khalilihi”, seseorang berada pada agama temannya.

🌸Miliki Kedekatan kepada Allah

            Kedekatan kepada Allah adalah hal mutlak untuk menghadirkan kebahagiaan hakiki. Bahagia yang bercorak materi hanyalah semu dan sementara. Adapun kebahagiaan ruhani yang muncul karena kedekatan kepada Allah, akan bersifat hakiki dan abadi. Maka miliki aktivitas untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah, dengan berbagai jenis ibadah yang wajib maupun sunnah. Rutinkan diri dengan amal harian yang makin mendekatkan diri dengan Allah seperti dzikir, doa, puasa, tilawah, dan lain sebagainya.

            Demikianlah delapan tips menjadi ibu bahagia, semoga kita semua bisa menjalankannya. Insyaallah kita akan menjadi ibu bahagia, bukan ibu yang gitu-gitu aja, bukan pula ibu yang menderita.

            Sumber : Wonderful Parenting

Oleh : Latifah Tri Asyanti, S.Pt.

Share Yuk ...

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Leave a Replay