Melibatkan Diri dalam Kehidupan Anak

Pada umumnya orang tua akan lebih memerhatikan perkembangan dan kebutuhan rohani anak ketika ia masih kecil saja. Pada saat ia mulai meginjak remaja, biasanya perhatian orang tua semakin memudar. Hal itu terjadi mungkin karena mereka menganggap anak sudah dapat mandiri dan sudah tidak terlalu banyak lagi membutuhkan perhatian atau bantuan orang tua.

Anggapan orang tua seperti di atas itu adalah tidak benar. Anak remaja justru sangat membutuhkan dukungan, bimbingan, kehadiran, dan perhatian orang tua. Dikala anak mendapatkan kendala dalam hidupnya tentu akan sangat baik bila ia dapat mencurahkan dan mendapatkan masukan, saran, dan nasihat dari orang tuanya sendiri ketimbang dari teman-temannya.

Jika orang tua selalu memberikan perhatian secara aktif. Selalu berusaha melibatkan diri dalam hidup anak, misalnya mendengarkan apa yang ingin ia bicarakan, memotivasi kegiatan sekolahnya, dan membantu anak ketika ia sedang mendapatkan masalah dalam hidupnya. Maka, ketika ia mengetahui hal ini di masa depan nanti, ia akan siap pula memberikan yang terbaik kepada orang tuanya. Ia akan siap mendampingi dan memerhatikan orang tua seperti halnya orang tua telah melakukan semua itu kepadanya.

Apabila orang tua mampu menunjukkan kepada anak betapa orang tua sangat mencintai dan menyayanginya, dengan selalu mengekspresikan perhatian secara mendetail terhadap kehidupan anak sejak ia masih kecil, maka hal ini akan menciptakan suatu kebiasaan intim seumur hidup yang memberikan manfaat bagi orang tua (Laura M. Ramirez, 2006).

Anak akan mampu mengingat segala kejadian yang pernah ia alami dalam hidupnya. Termasuk perlakuan orang tua kepadanya. Oleh karena itu, walaupun dalam hal yang kita anggap sepele, tetapi penting bagi orang tua menciptakan tindakan yang mencerminkan rasa cinta dan kasih sayang yang tulus itu kepada anak.

Misalnya, menghadiri kegiatan ekstrakurikuler anak (karate, kursus musik), mendampingi anak melakukan hobinya (berenang, membantu memilihkan buku bacaan), dan bahkan merawat anak ketika ia sedang sakit. Perlakuan orang tua seperti itu besar kemungkinan akan sampai ia dewasa atau tua nanti. Ikatan batin, kebiasaan yang penuh dengan kehangatan, dan persahabatan yang “melebihi segalanya” ini akan dibawanya kembali oleh anak kepada orang tua.

Segala tindakan dan ucapan baik orang tua yang dulu pernah mereka tanam, cepat atau lambat mereka akan merasakan hasilnya. Di masa tua nanti, orang tua maupun anak akan hidup dalam jalinan keluarga yang penuh dengan sikap saling memberi cinta.

Sumber :
https://www.kompasiana.com/ajie.wandha/55203eaca333114845b659fe/peranan-orang tua-sekolah-dan-guru-dalam-mensukseskan-mutu-sekolah

Oleh : Agus Hariyadi

Share Yuk ...

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Leave a Replay