Meneladani Kisah Sang Khalillullah

Tahukah kalian, siapa nabi yang mendapat julukan khalillullah? Iya benar, beliau adalah Nabi Ibrahim. Khalillullah sendiri memiliki makna sebagai kekasih Allah SWT. Mendapat julukan Abu Anbiya atau bapak para nabi, karena dari keturunan beliaulah terdapat 13 keturunannya yang menjadi nabi. Beliau merupakan sosok yang selalu mengutamakan Allah dalam setiap kondisi, seperti saat beliau mendapat perintah Allah SWT untuk  menyembelih putranya, Ismail as.

Beliau sosok nabi yang sangat taat akan perintah Allah SWT, tak pernah sekalipun dalam suatu riwayat menolak suatu perintah yang datangnya dari Allah SWT. Bahkan saat datang perintah Allah untuk membawa siti hajar ke mekkah bersama Ismail pun tak pernah ditolak. Bahkan beliau pun tidak menawar pada Allah SWT. Beliau percaya apapun yang diperintahkan Allah SWT pasti yang terbaik.

Berbeda dengan kondisi saat ini, banyak sekali manusia yang masih menawar semua perintah dari Allah SWT. Salah satunya adalah Allah SWT memerintahkan kaum wanita untuk memakai suatu kain untuk menutupi auratnya, tapi tidak semua melakukan perintah tersebut bahkan ketika ditanya apa alasannya tidak memakai penutup aurat akan dijawab dengan lebih baik hijabin hatinya dulu sebelum pakai hijab. Itu masih contoh kecil yang terjadi di kalangan masyarakat saat ini, masih banyak tawar menawar lainnya yang sering dilakukan oleh manusia.

Keutamaan beliau sehingga dianggap sebagai Khalillullah adalah :

  1. Tidak pernah menolak semua perintah Allah SWT. Beliau selalu percaya setiap manusia mempunyai ketetapan rizki masing-masing.
  2. Selalu mengutamakan apapun perintah Allah SWT
  3. Dermawan.

Beliau selalu menganggap semua hartanya adalah titipan Allah SWT yang dipercayakan kepadanya bahkan suatu waktu malaikat Jibril pernah menguji nabi dengan menyamar sebagai manusia dan meminta ⅓ dari jumlah hewan ternak yang dimilikinya, dan nabi Ibrahim memberikannya dengan ikhlas. Beliau hanya mau makan bersama dengan fakir miskin, bahkan beliau pernah berjalan sejauh 5 mill hanya untuk mencari seorang fakir miskin yang bisa membersamainya makan.

  1. Keikhlasan beliau saat menjalankan perintah Allah SWT. Dicontohkan saat beliau mendapat perintah utk menyembelih puteranya, Ismail as dan tanpa ragu beliau melakukan hal tsb. Atas keikhlasannya, Allah SWT menggantikan putranya dengan seekor domba.

Itu sebabnya, beliau mendapat julukan khalillullah. Semoga di hari raya Idul Adha ini kita bisa meneladani segala hal dari diri beliau, nabi Ibrahim As. Semoga kita semua menjadi pribadi yang semakin baik setiap harinya. Aamiiin ya robbal alamiin..

Oleh: Ustadzah Nina Nur Azizah, S.Pd.

Share Yuk ...

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Leave a Replay