Sebuah Cerita Tentang Waktu

Waktu merupakan sesuatu yang sangat berharga bagi semua orang.

Waktu adalah kehidupan. Waktu tidak dapat dibalikkan dan tidak dapat digantikan. Menyia-nyiakan waktu berarti menyia-nyiakan kehidupan. Setiap orang di belahan bumi manapun, baik pria maupun wanita, tua atau muda memiliki waktu yang sama. Yang menjadi pembeda adalah cara seseorang memanfaatkan waktu. Orang yang tahu betapa pentingnya waktu, mampu menggunakan dan mengelola waktu mereka dengan sangat bijak. Sedangkan orang yang tidak peduli terhadapnya cenderung menyia-nyiakan waktu yang Allah berikan kepadanya. Agar menjadi seorang yang sukses, kita harus mampu menggunakan dan mengelola waktu dengan sebaik mungkin.

Tertuang juga dalam Al-Qur’an tentang betapa pentingnya waktu bagi manusia.

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasihat-menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran. [al-‘Ashr/103:1-3].

Di dalam surat yang mulia ini Allâh Subhanahu wa Ta’ala menyampaikan Sesungguhnya di dalam waktu terdapat keajaiban-keajaiban. Di dalam waktu terjadi kesenangan dan kesusahan, sehat dan sakit, kekayaan dan kemiskinan. Jika seseorang menyia-nyiakan maka pasti akan rugi.

Nabi Muhammad SAW juga memperingatkan manusia betapa pentingnya wakut. Dalam sabdanya:

“Dua kenikmatan, kebanyakan manusia tertipu pada keduanya, (yaitu) kesehatan dan waktu luang”. [HR Bukhari, no. 5933].

Waktu adalah salah satu nikmat yang agung dari Allâh Subhanahu wa Ta’ala kepada manusia. Sudah sepantasnya manusia memanfaatkannya secara baik, efektif dan semaksimal mungkin untuk amal kebaikan.

Dari : Fauzan Al-Jundi, S.S

Share Yuk ...

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Leave a Replay