Mengapa Aku Belajar ‘Full Day School’, Ini Alasanku.

Full Day School, program sekolah di mana proses pembelajaran dilaksanakan dalam waktu penuh di sekolah, dengan kebijakan seperti ini maka waktu dan kesibukan anak-anak lebih banyak dihabiskan di lingkungan sekolah dari pada di rumah. Anak-anak dapat berada di rumah lagi setelah menjelang sore.

 

Full Day School merupakan model  sekolah umum yang memadukan sistem  pengajaran pelajaran tambahan intensif  yaitu dengan memberi tambahan waktu khusus untuk pendalaman mata pelajaran yang menjadi prioritas untuk ditingkatkan kembali.

 

Dengan jam tambahan dilaksanakan pada jam setelah pukul 13.00 sampai 15.00, praktis nya sekolah model ini masuk pukul 08.00 wita dan pulang pada pukul 15.00. Model Full Day School sebenarnya memiliki kurikulum inti yang sama dengan sekolah umumnya, namun mempunyai kurikulum terpadu dan kurikulum lokal. Dengan demikian kondisi anak didik lebih matang dari segi materi akademik dan non akademik.

 

Secara umum,  Full Day School didirikan karena beberapa tuntutan, diantaranya adalah: Pertama, minimnya waktu orang tua di rumah, lebih-lebih karena kesibukan di luar rumah yang tinggi (tuntutan kerja). Hal ini jika tidak  disiasati dengan tambahan jam sekolah maka akan  berimplikasi pada kurangnya kontrol orang tua terhadap anak di rumah (di luar jam sekolah).

Kedua, perlunya formalisasi jam-jam tambahan keagamaan karena dengan minimnya waktu orang tua  di rumah  maka secara  otomatis pengawasan terhadap hal tersebut juga minim. Ketiga, perlunya peningkatan mutu pendidikan sebagai solusi alternatif untuk mengatasi problematika pendidikan.

 

Aspek kelembagaan, kepemimpinan dan manajemen, mengacu kepada konsep yang dikembangkan sekolah program  Full Day School  yang mengedepankan kemuliaan karakter dan prestasi akademik siswa.

 

Oleh : Fauzan Al-Jundi, S.S

Share Yuk ...

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Leave a Replay