Anak, Cerminan Orang Tua

“Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki. Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi. Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri. Jika anak dibesarkan dengan hinaan, ia belajar menyesali diri. Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri. Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri. Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai. Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan, ia belajar keadilan. Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan. Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi dirinya. Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan”.

 

Menjadi sebuah puisi fenomenal dari seorang pendidik dan ahli konseling keluarga bernama Dorothy Law Nolte, Ph.D asal Amerika Serikat dengan judul “Children Learn What They Live” (Anak-anak Belajar dari Kehidupannya). Menggambarkan betapa besar pengaruh pendidikan, pengajaran serta teladan yang diberikan orang tua baik sadar maupun tanpa sadar akan tumbuh kembang karakter dan kecerdasan anak.

Orang tua dengan latar belakang keluarga dan pendidikan yang baik akan cenderung melahirkan dan mempersiapkan anak-anak yang berkarakter baik dan berkembang dengan kecerdasannya spesifiknya. Mereka sadar akan apapun yang mereka lakukan akan berpengaruh atas kualitas diri anak-anak mereka.

Mulai dari asupan makanan yang masuk dalam tubuh anak mereka, penanaman kebiasaan yang berkualitas, cara bersikap antar satu anggota dengan anggota keluarga lainnya, pemilihan lingkungan yang aman untuk tumbuh kembang kecerdasan sosial, pemberian stimulus dalam melejitkan bakat-bakat khusus anak hingga pemilihan sekolah yang bisa menjadi mitra dalam mendidik anak.

Peran orang tua menjadi peran dasar yang penting dalam menanamkan pondasi karakter anak dan harus dijalankan secara bersinergi antara ayah dan bunda secara bersamaan. Bunda adalah madrasah atau sekolah pertama bagi anak, sedangkan ayah adalah kepala sekolahnya. Sinergi ayah bunda dalam menjalankan peran masing-masing sesuai dengan fitrahnya akan menjadi contoh alami bagi anak.

Bagai spons yang dapat cepat meresap, anak akan mempelajari bagaimana orang tuanya bersikap. Orang tua dengan hobi membaca, dapat dipastikan memiliki anak-anak yang juga suka membaca bahkan perkembangan otak mereka akan semakin kritis dengan banyak pertanyaan yang terkadang tidak terpikirkan oleh orang dewasa.

Orang tua dengan kebiasaan berbicara santun, maka akan tercermin dalam perilaku anak-anak yang berlaku sopan dengan kata-kata yang baik. Melibatkan anak-anak dalam setiap kegiatan keluarga dan memberi ruang mereka untuk mengeksplorasi sesuai dengan tingkat usia dan pemahaman mereka juga akan menjadi cara melejitkan potensi-potensi unggul mereka. Kualitas orang tua dalam mendidik akan menentukan bagaimana kualitas anak-anak mereka.

Bagai peribahasa “buah jatuh tak jauh dari pohonnya”, yang artinya sifat anak tidak akan jauh dari sifat ayah atau bundanya. Ayah bunda adalah teladan utama dan pertama bagi anak. Tanamkan nilai unggul kebaikan maka kelak akan kita tuai buah kebaikan pada diri anak-anak kita.

Oleh : Aprilia Putri M. Dewi, S.E

Share Yuk ...

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Leave a Replay