Humor, Seni Pengajaran ala Rasulullah SAW

Tertawa, emosi manusiawi yang dilakukan oleh sebagian orang di seluruh dunia. Tertawa, simbol kebahagiaan sederhana yang dapat dilakukan dari usia muda hingga dewasa. Salah satu hal yang mampu membuat kita tertawa adalah melalui humor. Humor sendiri diartikan sebagai suatu sikap yang cenderung dilakukan untuk membangkitkan gelak tawa seseorang. Humor dapat disampaikan oleh siapapun dan dengan caranya masing-masing. Ternyata, Rasullullah SAW juga melakukan seni humor dalam kegiatan dakwahnya dan tentu saja humor yang dilakukan adalah humor sehat.

Humor sehat, humor yang dilakukan tanpa menggunakan hal-hal yang berkaitan dengan fisik, SARA, maupun hal-hal yang jorok. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari disebutkan

Suatu ketika, Rasullullah SAW dan para sahabat sedang ifthar. Setiap kali mereka makan kurma biji-bijinya disisihkan di tempatnya masing-masing. Beberapa saat kemudian, Ali menyadari bahwa ia terlalu banyak memakan kurma. Biji-biji kurma sisa mereka menumpuk lebih banyak di sisi Ali dibandingkan di sisi Rasullullah SAW. Maka, secara diam-diam Ali pun memindahkan biji-biji kurma tersebut ke sisi Rasullullah SAW. Kemudian, Ali dengan tersipu mengatakan “Wahai nabi, engkau memakan kurma lebih banyak daripada aku. Lihatlah biji-biji kurma yang menumpuk di tempatmu?” Nabi pun hanya tersenyum dan menjawab “Ali, kamulah yang memakan lebih banyak kurma. Aku memakan kurma dan masih menyisakan biji-bijinya. Sedangkan engkau, memakan kurma bersama biji-bijinya”.

Salah satu contoh di atas menunjukkan bagaimana selera humor yang dimiliki oleh Rasullullah SAW. Humor merupakan suatu hal yang harus dimiliki oleh seorang pendidik. Kemampuan pendidik dalam menciptakan humor sehat sangat diperlukan dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Jika seorang pendidik mampu menciptakan humor dapat dipastikan suasana kelas tidak akan mengalami kebosanan.

Humor sendiri memiliki dampak positif diantaranya, terciptanya suasana nyaman saat pembelajaran baik di kelas maupun diluar kelas, meredakan ketegangan suasana dan dapat mencegah timbulnya perilaku destruktif di kelas serta merupakan cara untuk menarik perhatian siswa di kelas. Begitu banyak dampak positif yang dihasilkan melalui seni humor ini, sehingga humor tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Adapun bagi pendidik, meningkatkan seni humor dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya menurut akhmadsudrajat.wordpress.com :
1. Hubungkan dengan materi yang sedang diajarkan
2. Gunakan video atau gambar yang relevan
3. Lakukan pada waktu dan situasi yang tepat
4. Sampaikan secara etis dan tidak melecehkan siswa
5. Mudah dipahami dan sesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa.

Akan tetapi, humor juga memiliki dampak negatif jika seorang pendidik tak tepat dalam penggunaannya. Salah satu dampak negatifnya adalah pelajaran yang dicapai tidak sesuai dengan target yang diharapkan diakibatkan terlalu banyak humor yang disampaikan. Bukankah sesuatu yang berlebih-lebihan itu tidak baik? Begitu pula dengan humor. Jadi, pastikan kembali humor seperti apa yang akan kau sampaikan.

*sumber:
Metode pengajaran Rasullullah SAW

Oleh : Ustadzah Nina Nur Azizah, S.Pd

 

Share Yuk ...

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Leave a Replay