Pendidikan dan kenakalan remaja

Abad 21 adalah abad yang menantang di dunia pendidikan dimana guru dituntut untuk bekerja lebih ekstra, karena di abad 21 terdapat tantangan yang luar biasa di era zaman now. Dimana peserta didik sangat mudah menemukan informasi- informasi yang selayaknya belum bisa dikomsumsi atau dilihat oleh peserta didik

Dimana kita ketahui bersama di zaman sekarang, ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang begitu pesat sehingga kebanyakan peserta didik mengarah ke teknologi yang  seharusnya mereka  tidak berada di lingkungan seperti itu yang dapat merusak moral mereka. Nah, sebagai pendidik kita juga membutuhkan kerjasama dengan orang tua agar anak mereka ( peserta didik) dapat kita antisipasi dengan seirig berjalannya perkembangan yang  ada

Masalah peserta didik merupakan masalah yang sangat komplek, unik dan sekaligus menarik selain menyangkut diri peserta didik juga menyangkut masyarakat di sekitarnya, seiring dengan perkembangan zaman. fakta menunjukan bahwa  sebagaimana kita saksikan bersama kenakalan remaja semakin bertambah jumlahnya.  Karena  seiring perkembangan teknologi dan urbanisasi di kota- kota besar. Kota industri dan kota besar yang berkembang secara fisik .

Terjadi kasus kejahatan  di Indonesia kenakalan remaja atau peserta didik dari tahun ke tahun mengalami perubahan dari tiap periode. Kenakalan remaja seperti  meniru tingkah laku anak-anak luar negeri lewat film-film  import dan buku-buku atau majalah-majalah dewasa yang akhirnya kenakalan remaja di kota besar menjurus pada  kejahatan yang lebih serius.

Contohnya pemerkosaan nah baru-baru ini bahkan mungkin sering terjadi tanpa sepengetahuan kita anak SMP yang diperkosa secara ramai-ramai ,  pembunuhan yang dilakukan oleh temannya sendiri narkoba dan lain sebagainya. Nah, kenakalan remaja seperti di atas ternyata dari fakta yang ditemukan  tidak hanya melibatkan anak-anak yang putus sekolah akan tetapi mereka yang masih aktif belajar baik itu di sekolah  maupun perguruan tinggi.

Gejala kenakalan remaja makin meluas baik dalam frekuensi   maupun dalam kualitas. Hal ini dapat dilihat  dari penggunan narkotika dari kalangan pelajar, meminum minuman keras, tawuran di jalan ramai-ramai, pembunuhan dan sebagainya.  Di samping itu terjadi pelanggaran terhadap norma-norma susila seperti seks bebas dan lain sebagainya.

Pada dasarnya pemerintah Indonesia menaruh harapan yang sangat besar pada peserta didik. Sejarah telah mencatat betapa negara ini disusun ( bangun ) di atas jerih payah bahkan pengorbanan jiwa remaja tempo dulu ( masa lalu) dalam kenyataanya sekarang remaja banyak berpartisipasi dalam derap roda pembangunan sehingga tidaklah heran jika perencanaan dalam pembangunan Indonesia meletakkan pemuda sebagai kader penerus perjuaangan Indonesia.

Jadi, untuk menciptakan itu semua kita harus memperbaiki kualitas pendidikan baik itu pendidikan formal dan non formal. Kedudukan sekolah mempunyai tempat yang sangat penting sebagai pembentuk moral peserta didik.  Karena sekolah mempunyai peranan untuk mengembangkan kepribadian anak sesuai dengan kemampuan dan pengetahuan anak untuk melaksanakan tugas di lingkungan masyarakat. Tujuan ini dapat berhasil jika para guru mendorong peserta didik agar dapat mengembangkan kreativitas dan keterampilannya

Sebagai ujung tombak pendidikan guru memegang peranan yang penting dalam menentukan suasana pendidikan dan berwenang  dalam menentukan lingkungan belajar di dalam kelas. Berdasarkan tujuan yang telah ditentukan. Di tangan para gurulah terletak kemungkinan berhasil atau tidaknya tujuan pendidikan di sekolah dan di tangan mereka pula bergantungnya masa depan karir yang yang menjadi tumpuan harapan bangsa dan orang tua.

Tidak semua sekolah dan semua guru efektif dalam mencegah terjadinya kenakalan remaja. Hal ini dikarenakan oleh kompleksnya faktor- faktor terjadinya kenakalan remaja. Salah satu diantaranya terjadinya kenakalan remaja. Salah satu diantaranya terjadi perlakuan guru yang tidak adil, disiplin yang terlalu lemah atau terlalu keras , hukuman yang tidak menunjang tercapainya pendidikan, kurangnya interaksi guru dan peserta didik. Maka hal tersebut dapat menumbuhkan pemberontakan pada siswa sebagai wujud proses mereka.

Guru yang mampu mengatasi kenakalan remaja di jaman sekarang adalah guru yang profesional dalam bidangnya, dimana profesionalisme guru sangat membantu perkembangan peserta didik agar tidak terjebak dalam perilaku yang tidak sesuai dengan norma yang ada. Hal ini dikarenakan peserta didik adalah makhluk yang lemah, yang membutuhkan orang lain. Guru professional merupakan faktor penentu terlibatnya seorang anak dalam kenakalan, sehingga guru  harus menemukan jati diri

 

Selain itu, sebagai seorang guru dalam  mengatasi kenakalan peserta didik ia harus memiliki keterampilan khusus dalam menyampaikan materi atau membimbing peserta didik , bahkan menumbuhkan minat peserta didik untuk mengikuti pembelajaran di sekolah, agar proses pembelajaran lancar dan tujuan pembelajaran tercapai. Maka hal yang sangat penting untuk diperhatikan bagaimana menumbuhkan minat peserta didik terhadap pelajaran yang akan diberikan oleh guru

Melihat realita yang ada keberadaan guru sangat jauh dari apa yang dicita-citakan, banyaknya sekolah-sekolah yang rendah mutunya memberikan suatu isyarat bahwa guru profesional hanya sebuah wacana yang belum terealisasi secara merata dalam seluruh pendidikan yang ada di Indonesia.

Hal itu menimbulkan suatu keprihatinan yang tidak hanya datang dari kalangan akademisi, akan tetapi orang awam sekalipun ikut mengomentari ketidakberesan pendidikan dan tenaga pelajar yang ada kenyataan tersebut menggugah kalangan akademisi sehingga mereka membuat perumusan untuk meningkatkan kualifikasi guru melalui pemberdayaan dan  peningkatan profesionalisme guru dari pelatihan dengan instruksi agar guru memiliki kualifikasi pendidikan minimal program sarjana yang diharapkan mampu membuat peserta didik terhindar dari perilaku kenakalan remaja.

Dengan meratanya guru profesioanal yang ada di sekolah akan membawa angin segar atau semangat baru dalam dunia pendidikan dalam membina, membimbing, dan mengarahkan peserta didik pada perilaku-perilaku yang sesuai dengan norma yang ada. Sebab guru yang professional adalah guru yang mampu menghindarkan peserta didik dari perilaku-perilaku yang tidak baik . seperti yang berkembang di zaman sekarang ini.

Nah dari pemaparan di atas maka saya sebagai penulis mengambil benang merah bahwa untuk mengantisipasi kenakalan remaja di zaman sekarang maka peran pendidikan sangat sentral terlebih khusus keberadaan guru yang diharapkan mampu bekerja secara profesional proaktif dan produktif dalam mencetak peserta didik yang handal atau berkualitas.

Oleh : Rahma Ningsih

Share Yuk ...

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Leave a Replay