Yang MahaSiswa

~~Prolouge / Prolog~~

 

Ting…nong…Ting…nong…Kudengar suara yang mengganggu telingaku dikala pagi itu. Kulihat Smartphone hitam dengan layar 5 inch di samping tempat tidurku yang berbunyi seakan berteriak untuk membangunkanku. Kulihat dengan samar layar terpaku yang menatap wajah itu, “10 pesan masuk belum terbaca” dan “2 panggilan tidak terjawab”. Disaat aku ingin membukanya tiba-tiba terdengar panggilan di sudut rumah yang berhasil membawaku ke alam sadar sepenuhnya.

“Yu, cepat bangun.. kamu hari ini kuliah gak ?? sudah telat ini, hampir jam 9 pagi”

Ya, benar, itu adalah alarm terbaik di dunia yang tidak akan bisa dibuat oleh siapapun. Kubergegas mengambil perkakas untuk mandi dan tidak lupa membawa smartphoneku yang kala itu menunjukkan pukul 06.30 Wita.  Kuputar lagu Heavy Metal agar aku bisa berimajinasi disaat aku membersihkan diri di dalam kamar mandi, seakan aku berada dalam suasana yang sangat genting dan mengenakan kostum yang super ketat agar aku melupakan dinginnya air di pagi itu.

Tak sadar 15 menit berlalu tiba-tiba terdengar lagi suara itu yang seakan secara tidak langsung menyuruhku keluar dari ruangan ini.

“Yu, sarapannya sudah siap, cepat mandinya nanti kamu telat ! “

Kusisir rambutku dengan jambul bak elvis prasley, kutebarkan cairan harum ke seluruh tubuhku, dan kukenakan kemeja kotak-kotak dengan celana jeans yang belum kucuci selama seminggu. Setelah persiapan usai, kubergegas menuju ruang tengah dengan membawa sarapanku dan duduk di depan televisi yang saat itu menayangkan acara kesukaanku. Kulihat ayahku masih tertidur pulas di ranjang nya dan kedua adikku saling berebutan untuk masuk ke kamar mandi.

“Yu, katanya hari ini kamu mulai Ujian ya di kampus ?”

“Iya, bu”

“Sudah belajar memangnya ?”

“……………”

“Oh iya ibu lupa, kamu tidak perlu belajar ya untuk menghadapi ujian seperti itu ,             ha..ha..”

“Ya, aku membaca sedikit materi semalaman, aku pikir pelajaran itu sangat           membosankan”

“Tapi ibu heran, bagaimana seseorang yang memiliki sifat pelupa sepertimu bisa tenang dalam hal itu ?”

“Ya, aku memang pelupa orangnya, tapi tidak perlu mengingat segala hal tentang materi pelajaran. Cukup percaya pada diri sendiri dan berpikiran sederhana dalam pola serumit apapun, aku yakin setiap soal akan terjawab dengan mudah nantinya ”

“Ya ya ya, ibu percaya padamu”

“Ibu jadi ingat ketika mengajarimu waktu SD”

“Ya, ibu memaksaku tetap belajar walaupun aku sudah kelelahan dan mengantuk ingin tidur”

“……………..(senyum tersipu)”

 

Waktu menunjukkan pukul 07.30 Wita hari itu yang artinya aku harus bergegas menuju kampus agar tidak terlambat untuk mengikuti Ujian yang sangat membosankan. Sejenak aku bertanya-tanya buat apa ujian dibuat bila hanya untuk berlomba-lomba mendapatkan angka tertinggi atau sebagai syarat untuk kelulusan dan hal itu bisa dimanipulasi dengan cara licik namun bodoh sekalipun.

Kuambil tas punggungku yang berada di dalam lemari di bawah piala-piala yang berserakan rapi dalam satu baris yang bertuliskan ‘Juara 1 Cerdas Cermat SMP Tingkat Kabupaten’, ‘Juara 2 Lomba Sains  SMK Tingkat Provinsi, ‘Juara 1 Riset Cyber Program Tingkat SMK’. Dan masih ada lagi yang lainnya.

Kupakai sepatu yang tinggal kuselopkan ke kakiku tanpa harus mengikatnya lagi. Karena kupikir buat apa tali sepatu bila hanya akan menyulitkanmu mengenakannya dan membuatmu harus membuang-buang waktu untuk memakainya.

Kubuka pintu rumah, yang membuat wajahku kepanasan karena tersorot sinar matahari yang menyilaukan itu. Aku bersiap untuk menaiki dan menyalakan sepeda motor matic kesayangan ku yang suaranya hampir seperti kendaraan yang sudah kehabisan oli. Namun pagi itu adalah pagi yang sangat cerah untuk memulai kisahku  di Kampusku sebagai YANG MAHASISWA………

 

Bersambung…

 

Lanjut Chapter 01 (Minggu Depan)

 

Share Yuk ...

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Leave a Replay