Doa Yang Kupuisikan

Sungguh tak berdaya tubuh ini

Semakin hari berlalu semakin mengecil

Bertulangkan harapan

Menunggu pulangnya rindu ke relung jiwa

 

Dia berbisik dengan syahdu

Tunggulah……!

Aku pun menunggu dengan tubuh yang lemah

Bertuhankan harapan

Harapan yang kemungkinan sukar untuk kugenggam

Karena rinduku tak memiliki raga untuk pulang

 

Jiwa itu membuatku lelah

Namun wajahnya tak asing bagiku

Jelmaan seperti apa sebenarnya Merasukinya. ???

 

Aku masih bingung segala perihalnya.

 

Mungkin saja ia hanya sebuah imajinasi yang aku rindu dalam ingatan.

Tiba-tiba merasuk kedalam doa yang kupuisikan.

 

Oleh: RahmaNingsih

Share Yuk ...

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Leave a Replay