Semua Manusia itu Buta

Ketika melihat judul di atas pasti banyak yang bertanya – tanya, apa maksudnya? Allah Swt memberikan kita kenikmatan berupa mata untuk melihat. Mungkin ada sebagian orang yang diberikan Allah sedikit kekurangan berupa tidak berfungsinya mata untuk melihat. Jadi, bagaimana bisa disebut semua manusia itu buta?

Disebut buta di sini bukan buta secara harfiah namun buta dalam melihat apa yang akan terjadi pada dirinya di masa depan. Bahkan sepersekian detik kemudian pun kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Akankah hidup ataukah mati, akankah kaya ataupun miskin seketika, akankah bahagia atau terjatuh seketika? Manusia hanya bisa memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan bagaikan orang buta yang meraba – raba dalam kegelapan.

Namun, apakah dengan kebutaan ini membuat kita untuk pasrah dan hanya mengikuti kemana tongkat petunjuk ini membawa kita? Apakah kita akan berhenti berkarya karena takut tidak bisa melihat apa hasil dari karya yang kita ciptakan? Apakah kita akan menjadi seperti orang buta yang selalu merenungi kehampaan jalannya? Ataukah menjadikan kegelapan ini sebagai suatu yang mendebarkan untuk dilalui sehingga dapat melakukan hal-hal yang luar biasa?

Mungkin kita dapat melihat contoh orang – orang yang buta secara harfiah namun dapat menjadi sesuatu yang luar biasa. Ada Helen Keller yan mana ia tak hanya buta namun juga tuli dan bisu yang memberikan kehampaan yang lebih pada dirinya. Mungkin bagi kita akan berfikir, ‘kasian banget ya?’ ‘bagaimana dia hidup ya?’ ‘Kalo aku mungkin sudah tidak akan sanggup lagi!’. Apakah dia menyerah dengan keadaannya dan hanya menerima apa yang ada? Tidak. Dengan keadaannya yang seperti itu dia dapat menjadi seorang penulis, aktivis politik, bahkan seorang dosen.

Ada juga Kiai Haji Abdurrahman Wahid yang kita kenal sebagai GusDur. Siapa yang tidak kenal dengan Gus Dur? Dengan keterbatasannya dia dapat menjadi seorang Presiden RI yang sangat inspiratif bahkan menjadi tokoh Islam di Indonesia. Dan masih banyak lagi yang menjadi tokoh – tokoh inspiratif  di dunia dengan keadaan dimana mereka tidak tahu apa yang akan mereka pijak saat melangkah.

Semua tergantung dari pilihan yang kita inginkan. Walaupun semua manusia itu buta akan masa depannya, jangan berhenti untuk berkarya. berkarya untuk menjalankan amanah yang diberikan Allah Swt untuk kita di bumi ini. Saat karya kita membuat kita miskin seketika, ingatlah bahwa ada Allah yang selalu mendampingi, saat karya kita membuat kita bahagia dan ternyata sudah habis masa hidup kita, ingatlah bahwa semua yang kita lakukan kembali untuk Allah Swt dan tidak ada yang sia – sia di muka bumi ini apabila kita melakukannya untuk berkarya di jalan Allah Swt.

Oleh : Ayu R.

Share Yuk ...

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Leave a Replay