Wahai Pemuda, Bangkitlah !!!

Beri aku 10 pemuda, maka akan kuguncangkan dunia. Begitulah sang proklamator menginspirasi seluruh elemen masyarakat dan menggetarkan dunia. Mungkin semua bertanya-tanya kenapa harus pemuda, dan bagaimana caranya untuk menggetarkan dunia?  Inilah yang membuat para pemikir untuk mencari tahu tentang korelasi antara pemuda dan dunia.

            Sang proklamator berbicara di era abad 19-an, namun ketika nengok ke belakang, betapa banyak catatan sejarah yang menggambarkan kisah heroik dari para pemuda. Mereka yang membuat sejarawan takjub mendengarkannya, tercengang ketika merasakan semangat yang menggelora dalam diri pemuda. Betapa tidak, saking begitu istimewanya para pemuda, sampai diabadikan dalam Al-Qur’an yang dijaga sampai akhir peradaban dunia.

            Ashabul kahfi adalah kisah pemuda-pemuda yang tertidur lelap di dalam gua selama 309 tahun demi menyelamatkan keimanannya dari kekejaman Raja yang diktator. Bahkan ketika Rasulullah membuka negara Madinah, tidak lepas dari kontribusi 6 pemuda. 10 sahabat yang dijamin masuk surga pun semuanya masih muda, dan beberapa penaklukan wilayah semuanya dilakukan oleh para pemuda. Maka tidak kaget ketika Singa Padang Pasir (Umar bin Khathab) mengatakan “ketika saya menemui sebuah permasalahan, yang aku panggil pertama kali  adalah para pemuda”.

            Tidak lupa juga kemerdekan Indonesia adalah buah hasil dari salah satunya semangat dan ide-ide yang muncul dari momentum sumpah pemuda. Sumpah Pemuda dimaknai sebagai momentum bersatunya para pemuda, yang kemudian bergerak bersama dan berjuang menuju merdeka. Merdeka! Kalimat itulah yang menghujam ke dalam hati para pejuang di saat masa perjuangan Indonesia untuk melepaskan diri dari belenggu penjajahan. Kemudian dapat diraih pada 17 Agustus 1945, yang tentunya tak bisa lepas dari pengaruh dan kerja keras para pemuda.     Mereka memiliki peran penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Pada saat itu para pemuda dengan tulus berkorban waktu, tenaga, pikiran bahkan hartanya untuk menyatukan Indonesia, akhirnya menghasilkan bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu.    Tentu apa yang dihasilkan dalam sumpah pemuda tidak serta hanya sebagai catatan dan formalitas begitu saja, tapi selaku generasi selanjutnya harus dijadikan sebagai momentum bersatunya para pemuda, yang kemudian bergerak bersama dan berjuang dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia. Masa depan Indonesia ada di tangan para pemuda yang memiliki semangat, obsesi, dan narasi yang jelas untuk kemajuan Indonesia ke depan, dan menjawab setiap permasalahan bangsa serta yang pasti siap menjadi kontributor peradaban dunia.

            Oleh : Okik Hadi Saputro, S.Pd.

Share Yuk ...

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Leave a Replay

Mon-Fri 08.00-16.00
Available: Monday - Friday 08.00 - 16.00
Anda terhubung di layanan Sekolah Mutiara, Silahkan bertanya kepada kami apa yang dapat kami bantu

Kami tersedia di Hari Senin - Jumat | 08.00 - 16.00
Powered by